Page 74 - Keanekaragaman Hayati Kelas X
P. 74
B. Eksploitasi sumber daya alam hayati yang berlebihan
Pertambahan populasi manusia yang sangat cepat mengakibatkan pengambilan sumber
daya alam hayati oleh manusia dapat melebihi batas regenerasi dan reproduksi dari
organisme tersebut. Kenyataan semacam itu menyebabkan kepunahan pada berbagai jenis
makhluk hidup, sehingga menurunkan keanekaragaman hayati. Contohnya perburuan
orangutan untuk membuat obat, gading gajah untuk dikoleksi, perburuan ular atau buaya
untuk pembuatan tas maupun jaket kulit.
C. Pencemaran lingkungan
Peningkatan jumlah pemukiman dan industri akan membawa konsekuensi terciptanya
limbah yang akan mencemari lingkungan baik air, tanah atau udara. Pencemaran
merupakan perubahan lingkungan akibat ulah manusia. Perubahan lingkungan ini akan
memberikan tekanan terhadap makhluk hidup yang akan sangat membahayakan
kelangsungan biodiversitas atau keanekaragaman hayati di permukaan bumi. Contohnya
semakin langkanya jenis-jenis ikan air tawar yang ada di sungai Ciliwung akibat
pencemaran limbah industri, matinya ribuan ikan laut di Pantai Teluk Jakarta akibat
pencemaran limbah industri
D. Budidaya monokultur dan dampak negatif rekayasa genetik
Sistem pertanian monokultur yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pangan,
berpengaruh negatif terhadap jenis-jenis tumbuhan yang kurang bersifat unggul karena
menjadi kurang dibudidayakan sehingga hilang dari lingkungan dan pada akhirnya menjadi
punah. Selain itu, pemanfaatan bibit unggul yang tahan hama dan penyakit hasil rekayasa
genetika juga dapat menyebabkan erosi plasma nuftah bagi tanaman yang tidak tahan
terhadap hama dan penyakit.
Gambar 5.2 Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Keanekaragaman Hayati