Page 36 - Badan POM Terbitkan PPUK Vaksin COVID-19 GX-19N
P. 36
Keamanan untuk vaksin GX-19N dilihat juga sangat baik karena tidak menggunakan
viral vector dan adjuvant, “kata Prof.Dr.dr. Iris.
Ia menjelaskan uji klinik vaksin COVID-19 GX-19N tahap 2b/3 ini bekerja sama
dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat
Nasional Cipto Mangunkusumo, dan menggandeng fakultas kedokteran lain, yaitu
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Krida Wacana, Fakultas
Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
serta partner lainnya.
dr. Iris juga mengatakan GX-19 asal Korea Selatan aman bagi penderita sistem
kekebalan tubuh atau autoimun. Sebab vaksin ini ini tidak mengandung zat adjuvant
atau zat tambahan yang berfungsi meningkatkan imunogenitas, karena itu diperlukan
alat khusus supaya penetrasi vaksin ini baik ke dalam tubuh.
"Diharapkan antibodi yang terbentuk bisa dipakai untuk orang-orang pada gangguan
imunitas,” ujar dr. Iris.
Dari data keamanan tahap 1 dan tahap 2a, vaksin GX-19N menunjukkan hasil yang
aman dengan gambaran efek samping yang sifatnya ringan dan sementara.
Pemberian vaksin ini akan diberikan ke dalam otot dengan menggunakan alat khusus
yang akan meningkatkan hantaran vaksin langsung ke dalam sel otot.
Young-Chul Sung,Ph.D, CEO Genexine,Inc menyatakan bahwa uji klinik vaksin
COVID-19 GX-19N tahap 1 dan tahap 2a telah dilakukan di Korea Selatan dan uji
klinik tahap 2b/3 juga akan dilakukan secara multinasional yang melibatkan banyak
negara.
Negara-negara tersebut adalah Turki, India, UAE, Meksiko, Peru, Kolombia, Malawi,
Afrika Selatan, Cekoslowakia, Polandia termasuk Indonesia dan akan merekrut total
30.148 relawan. Vaksin GX-19N sendiri dikembangkan oleh konsorsium Genexine,
Binex, the International Vaccine Institute(IVI), GenNBio, the Korea Advanced Institute
of Science & Technology (KAIST), and Pohang University of Science & Technology
(POSTECH).

