Page 39 - Badan POM Terbitkan PPUK Vaksin COVID-19 GX-19N
P. 39
Judul : BPOM Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19 GX-19N
Nama Media : Koran-jakarta.com
Tanggal : 9 Juli 2021
Halaman/URL: https://koran-jakarta.com/bpom-dukung-pengembangan-vaksin-covid-
19-gx-19n
Tipe Media : Online
JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM) mendukung
pengembangan vaksin dan obat untuk
menghadapi pandemi, termasuk vaksin
Covid-19 GX-19N yang dikembangkan PT
Kalbe Farma Tbk dan Genexine dari Korea
Selatan.
"Harapan kita akan ada transfer teknologi
sehingga bisa diproduksi di dalam negeri
oleh PT Kalbe Farma untuk memenuhi
aspek kemandirian dan kemudahan akses
vaksin jangka panjang di Indonesia," kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers
daring, Jumat (9/7).
Penny mengatakan suatu kebanggaan pengembangan vaksin ini sudah mencapai tahap
kesiapan uji klinik fase dua dan tiga di Indonesia. Pelaksanaan uji klinik di Indonesia adalah
kesempatan besar karena populasinya besar. Pelaksanaan uji klinik harus memenuhi aspek
scientific dan menjunjung tinggi etika penelitian sesuai dengan pedoman cara uji klinik yang
baik.
Pelaksanaan uji klinik dari tahap 2b/3 akan dimulai akhir Juli 2021 dan diharapkan dapat
melakukan analisa interim untuk keamanan dan efikasi (kemampuan vaksin untuk
mencetuskan kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19) pada akhir 2021.
Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, mengatakan jika uji klinik tahap
2b/3 berhasil dan mendapat persetujuan penggunaan darurat dari Badan POM maka vaksin
GX-19N dapat melengkapi vaksin yang sudah ada saat ini.
"Untuk itu Genexine telah memberikan komitmen untuk menyuplai 10 juta dosis vaksin dan
dilanjutkan dengan transfer teknologi untuk produksi lokal," kata Irawati.
Direktur Kalbe Farma Sie Djohan beraharap akhir tahun ini vaksin bisa diterima masyarakat
Indonesia. Dia belum bisa memastikan soal harga karena vaksin masih dikembangkan.
Namun harga vaksin ini nantinya diusahakan tidak lebih mahal dari vaksin-vaksin lain yang
sudah dipakai di Indonesia.
"Karena kami sepakat proyek ini bukan untuk mencari keuntungan, tetapi menghadirkan
vaksin agar bermanfaat untuk masyarakat," kata Sie Djohan.
Sie Djohan menambahkan, pihaknya belum mengetahui apakah vaksin ini akan digunakan
dalam program vaksin gotong royong sebab hal itu diputuskan Kementerian Kesehatan
setelah vaksinnya selesai dievaluasi.

