Page 103 - 04 Panggung Seumur Jagung
P. 103

DJAWA BAROE





                      Majalah Djawa Baroe diterbitkan pada
                      1 Januari 1943 oleh Djawa Shinbun Sha
                      yang bekerja sama dengan harian Asia
                      Raja. Majalah Djawa Baroe memiliki
                      sasaran pembaca tidak hanya untuk
                      bangsa Indonesia, tetapi juga untuk
                      bangsa Jepang. Hal itu, antara lain,
                      terlihat dari aksara Jepang (Katakana)
                      di setiap halaman majalah ini, yang
                      merupakan ringkasan dari teks bahasa
                      Indonesia yang dimuat di atasnya.

                      Djawa Baroe mula-mula dipimpin oleh
                      H. Nomoera kemudian digantikan        majalah ini dinyatakan bahwa Djawa
                      oleh S. Higashiguchi. Meskipun        Baroe merupakan perantara yang
                      dalam kolom kecil itu dituliskan nama   baik antara bangsa Indonesia dan
                      pemimpin penerbit dan pemimpin        Nippon. Usaha propaganda pemerintah
                      pencetak, Djawa Baroe tidak pernah    Jepang melalui Djawa Baroe tampak
         92
                      secara tersurat mencantumkan nama     lebih jelas jika disimak isinya.
                      anggota dewan redaksi. Selain itu,
           Literasi Nasional  majalah ini juga tidak membuat   Pada dasarnya Djawa Baroe merupakan
                                                            majalah berita yang berkaitan dengan
                      daftar isi setiap terbitannya.
                                                            kekuatan dan kehebatan tentara Jepang
                      Sejak awal terbit, Djawa Baroe
                                                            bahwa apa yang disampaikan merupakan
                      menampakkan diri sebagai alat         di medan perang. Untuk meyakinkan
                      propaganda untuk meyakinkan           kebenaran, majalah ini lebih banyak
                      bangsa Indonesia tentang Jepang       menyajikan gambar daripada teks. Selain
                      yang akan  membebaskan bangsa         berita perang, majalah ini juga memuat
                      Indonesia dari belenggu penjajahan    gambar lain yang menginformasikan
                      Belanda dan untuk mengajak bangsa     keadaan bangsa Indonesia di seluruh
                      Indonesia menciptakan kemakmuran      pelosok Jawa,  serangkaian tulisan
                      bersama di wilayah Asia.              tokoh dan karya sastra yang berbentuk
                                                            cerita bersambung, cerita pendek,
                      Usaha propaganda itu terungkap jelas   puisi, dongeng (cerita rakyat),
                      dalam pengantar Djawa Baroe yang      esai, terjemahan, dan skenario.
                      berjudul “Tjita-Tjita Djawa Baroe” (No.
                      1 Tahun 1943). Dalam “pengantar”
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108