Page 98 - 04 Panggung Seumur Jagung
P. 98
Mencetak MEDIA CETAK
Setelah Jepang menaklukkan asuhan Abdulgafar Ismail dan Dr. Buntaran
pasukan Belanda di Kalijati, 8 Februari 1942, Martoatmodjo sebagai Pemimpin Umum.
pemerintah (militer) Jepang mengeluarkan Kemudian keduanya digantikan oleh Parada
pengumuman yang melarang Harahap; Sinar Matahari (Yogya) dengan
menerbitkan semua barang cetakan R. Rudjito (Pemimpin Umum) dan R.M.
yang berhubung dengan pengumuman Gondoyuwono (Pemimpin Redaksi);
atau penerangan, kecuali oleh badan- dan Tjahaja (Bandung) dengan Otto
badan yang sudah mendapat izin. Iskandardinata sebagai Pemimpin Umum
dan A. Hamid sebagai Pemimpin Redaksi.
Kemudian Jepang memberikan izin
terbit, surat kabar yang dapat menjadi Pengawasan yang ketat juga diberlakukan
corong Jepang. Koran yang mendapat terhadap wartawan. Untuk memperoleh
izin terbit paling awal di Jawa ialah kartu wartawan, terlebih dahulu
Asia Raya dengan Pemimpin Umum R. dilakukan penataran dan hanya yang
Soekardjo Wirjopranoto dan R.M. Winarno lulus berhak mendapat kartu pers
Hendronoto sebagai pemimpin redaksinya. yang dikeluarkan oleh Jawa Shinbun
Kai (organisasi sejenis Serikat Penerbit
Untuk membatasi gerak pers, Jepang Suratkabar atau SPS di Jawa waktu itu).
secara resmi mengeluarkan Undang- 87
Undang No. 18 tanggal 25 Mei 1942 Tidak semua koran terbit tiap hari
tentang “Pengawasan badan-badan tetapi ada yang hanya dua atau tiga kali
pengumuman dan penerangan dan tiap minggu. Pada tiap redaksi selalu ada
penilikan pengumuman dan penerangan”. orang Jepangnya yang menjadi Shidokan
Undang-undang yang memuat 11 pasal atau Pemimpin Umum. Kaum wartawannya
itu menjabarkan ketentuan tentang digiring ke dalam Jawa Shimbunsha BUKU 4 | Panggung Seumur Jagung
pengumuman dan penerangan kepada Kai (Perhimpunan Wartawan Jawa).
masyarakat umum. Selain berisi petunjuk
untuk mendapatkan izin penerbitan
dan larangan dalam penyiaran, juga
ditetapkan pada pasal 11 tentang ancaman
hukuman bagi pelanggar UU No.18 itu
Kemudian menyusul izin terbit surat kabar
lainnya, seperti Suara Asia (Surabaya)
dengan R. Toekoel Soerohadinoto sebagai
Pemimpin Umum dan R. Abdulwahab
Surowirono selaku Pemimpin Redaksi;
Sinar Baru (Semarang) di bawah

