Page 95 - 04 Panggung Seumur Jagung
P. 95
Untuk memperluas jangkauannya,
pemerintah Jepang membangun
menara radio atau radio di berbagai
tempat umum, seperti di pasar, stasiun
kereta api, jalan raya, taman, dan
lapangan. Menurut Jawa Nenkan
terdapat sekitar 1.500 pengeras suara
didirikan di Jawa sampai Februari 1944.
Sebenarnya, pemerintah Jepang
sulit memperkirakan seberapa
jauh jangkauan siarannya karena
keterbatasan pasokan listrik. Jangkauan
84
penyiaran kemungkinan diperkirakan
Literasi Nasional Indonesia biasa menyebutnya “pohon
terbatas di wilayah perkotaan. Rakyat
menyanyi”.
Seiring berjalannya waktu, sandiwara
gubahan Usmar Ismail dan gubahan
sastrawan lain mulai membanjiri ruang
siaran radio di bawah kendali Djawa
Hoso Kanrikyoku.

