Page 179 - Menabung_Ebook
P. 179

Dualisme Sistem Perbankan


                           Pada tanggal  18 Agustus 1945,  sehari setelah Proklamasi  Kemerdekaan,
                           RI telah mempunyai landasan  negara berupa Undang-Undang  Dasar
                           (UUD) 1945. Dalam UUD itulah dibuat segala aturan kehidupan bernegara,
                           termasuk dalam hal ekonomi dan keuangan. Rupanya para pendiri bangsa
                           ini telah menyadari akan pentingnya suatu bank sirkulasi (kemudian menjadi
                           bank sentral) yang akan mengatur keuangan negara. Oleh karena itu, mereka
                           memaktubkan hal tersebut dalam UUD 1945. Dalam Penjelasan Pasal 23 ayat                Menabung Membangun Bangsa
                           (3) UUD 1945 menyatakan sebagai berikut.

                              “.......Berhubung dengan itu, kedudukan Bank Indonesia yang akan
                              mengeluarkan dan mengatur  peredaran uang kertas,  ditetapkan
                              dengan undang-undang.“


                              Pencantuman nama Bank  lndonesia  dalam penjelasan  UUD  1945  ini
                           adalah landasan yang kuat bagi kehadiran dan peran strategis Bank Indonesia
                           sebagai bank sentral di Indonesia.

                              Namun, untuk mewujudkan amanat UUD itu tidaklah mudah, terutama
                           pada zaman peperangan penuh ketidakpastian. Jangankan mewujudkan bank
                           sentral yang permanen,  untuk  mewujudkan eksistensi pemerintahannya
                           saja  Indonesia  harus  berjuang  mati-matian.  Yang  patut  diapresiasi  adalah
                           bahwa dalam kesempitan itu para pendiri bangsa ini masih berkesempatan
                           memikirkan  bagaimana  cara untuk mendirikan  bank  sentral.  Ada yang
                           berpendapat sebaiknya Indonesia  segera mendirikan suatu bank negara
                           yang berfungsi sebagai bank sirkulasi sekaligus bank umum. Ada pula yang
                           berpendapat sebaiknya tidak usah membuat bank negara baru, tetapi tinggal
                           menunggu waktu perang usai. Nantinya De Javasche Bank yang telah eksis
                           sekian lama  sebagai  bank  sirkulasi  Hindia  Belanda  akan  diambil  alih  dan
                           dijadikan bank sirkulasi milik RI.

                              Sebagai usaha awal untuk mendirikan bank negara, pemerintah terlebih
                           dahulu  mendirikan  suatu  yayasan  karena rupanya untuk mendirikan  bank
                           negara diperlukan undang-undang yang belum tentu dapat diterbitkan oleh                169
                           Pemerintah RI dalam waktu singkat. Pada tanggal 19 Oktober 1945 pemerintah
                           mendirikan yayasan yang diberi nama Poesat Bank Indonesia. Yayasan itu
                           diberi wewenang oleh Pemerintah untuk melakukan kegiatan sebagai bank
                           umum yang memberikan kredit, mengeluarkan obligasi, menerima simpanan
                           giro, deposito, dan tabungan, serta memberikan informasi dan penerangan
                           dalam bidang ekonomi.
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184