Page 205 - Menabung_Ebook
P. 205

Menabung untuk Berhaji


                           Pada  masa pemerintahan  Orde Baru, untuk pertama kali  pemerintah
                           menghimpun  dana  masyarakat melalui  tabungan  haji.  Program ini  tentu
                           saja bermaksud  untuk menggali  sumber dana  baru dalam  membiayai
                           pembangunan  ekonomi.  Di samping  itu, program itu sekaligus  memupuk
                           semangat masyarakat dalam menabung untuk mencapai  tujuan  tertentu,
                           yaitu ibadah haji. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 22
                           tahun 1969 penyelengaraan haji dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemerintah.
                           Beberapa  peraturan  dalam  Keppres tersebut, antara lain,  menyebutkan                Menabung Membangun Bangsa
                           seperti berikut.

                              1.  Penyetoran di muka ongkos naik haji atas dasar biaya kapal laut dek
                                  dilakukan pada bank pemerintah yang ditunjuk oleh Bank Indonesia.
                              2.  Besaran  kuota haji  ditetapkan  dua  tahun  sebelum  keberangkatan
                                  para jamaah haji  yang pembagiannya diatur oleh Departemen
                                  Agama, yaitu Direktorat Jenderal Urusan Haji.

                              Selanjutnya,  untuk  menindaklanjuti  Keppres  itu,  Bank  Indonesia
                           menunjuk Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia 1946 dan seluruh
                           kantor cabang kedua bank tersebut di  seluruh  wilayah Indonesia  sebagai
                           penerima setoran ongkos naik haji. Selain dua bank tersebut, PN Pos dan juga
                           Giro ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk membantu penerimaan ongkos naik
                           haji karena juga memiliki jaringan kantor yang tersebar di seluruh wilayah
                           Indonesia. Belakangan pada tengah 1970 an pemerintah juga menunjuk Bank
                           Eksim (Ekspor Impor) untuk menerima  setoran tabungan ONH  di  wilayah
                           Irian Jaya (Papua).

                              Pada 1970-an dana yang dihimpun  oleh Pemerintah melalui  ongkos
                           naik haji (ONH) cukup besar jumlahnya meskipun dana tabungan itu bersifat
                           sementara,  bank penerima masih  dapat menggunakannya sebagai salah
                           satu sumber  dana bagi  kegiatan bank.  Berikut jumlah  besaran ONH yang
                           ditetapkan pemerintah pada lima tahun pertama dalam periode 1970-an.

                              Sementara itu, jumlah setoran ONH yang diterima oleh bank penerima
                           tercatat perkembangan angkanya sebagai berikut: sampai akhir Maret 1971                195
                           setoran ONH untuk musim haji 1970—1971 mencapai Rp4,8 miliar dengan
                           jumlah calon jemaah haji 14.046 orang. Penerimaan setoran ONH terus naik
                           dari Rp7,2 miliar (1971—1972) menjadi Rp 8,6 miliar (1972—1973), menjadi
                           Rp 17, 1 miliar (1973—1974), dan menjadi Rp 38,2 miliar pada akhir Maret
                           1975. Jumlah calon jemaah haji juga terus meningkat setiap tahun dari 22 ribu
                           orang (1971—1972), menjadi 39 ribu orang (1973—1974), dan meningkat
                           menjadi 66 ribu orang pada akhir Maret 1975.
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210