Page 210 - Menabung_Ebook
P. 210

Dalam  kondisi demikian  muncul  gagasan  dari bank sentral untuk
                           menyelenggarakan Gerakan Tabungan Nasional  (GTN) atau  Savings-Drive
                           1971 yang bertujuan  meningkatkan gairah menabung  dan  mengerahkan
                           segenap lapisan masyarakat untuk menabung. Untuk itu, perlu dicarikan cara
                           baru menabung yang melengkapi cara menabung yang telah ada sebelumnya,
                           yang dapat memenuhi syarat sebagai berikut:

                              1.  bagi penabung: bersifat menarik dan mengandung unsur edukatif.
                              2.  bagi  lembaga  penyelenggara  tabungan,  yaitu  bank:  pada  satu  sisi
                                  bersifat tidak merugikan diri sendiri dari segi cost of money dan pada
                                  sisi  lain dapat menjadi  pendorong ke  arah peningkatan kegiatan
                                  dalam usaha pengumpulan dana tabungan.
                              3.  bagi  pembangunan:  bermanfaat  untuk  pembangunan  karena
                                  mengingat kedua faktor tersebut.

                              Dalam rangka  savings  drive atau GTN  secara berencana,  pada tahun
                           1971 berdasarkan Keputusan Direksi Bank Indonesia diadakan dua bentuk
                           tabungan, yaitu sebagai berikut:
                              1.  tabungan pembangunan nasional (tabanas) dan
      Menabung Pada Masa Kemerdekaan  bank pemerintah, yaitu  BDN,  BBD, BEII, BNI  1946,  BRI; dan  bank swasta
                              2.  tabungan asuransi berjangka (taska).

                              Lembaga penyelenggara tabungan ini adalah bank-bank umum, seperti

                           nasional yang memenuhi syarat dan ditunjuk oleh pemerintah, Bank Niaga,
                           Bank Perniagaan Indonesia, Bank Merdeka, dan Bank Amerta.

                              Persiapan  program GTN hanya dilakukan sekitar 5 bulan  sebelum
                           dimulai  secara resmi. Dalam rapat tanggal 8 April 1971 antara Gubernur
                           Bank Indonesia dan direksi bank dan lembaga keuangan berhasil dibentuk
                           tim kerja yang disebut Tim Saving Drive 1971. Tugas tim tersebut, antara lain,
                           melakukan persiapan  teknis dan memberikan laporan perkembangannya
                           kepada  Gubernur  Bank Indonesia.  Selanjutnya, Gubernur  Bank Indonesia
                           mengoordinasi bank pemerintah dan bank swasta di seluruh Indonesia guna
                           melaksanakan gerakan tabungan dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat
       200                 Indonesia.

                              Pada tanggal 23 Juli  1971  Gubernur Bank Indonesia  berkirim  surat
                           memohon  bantuan  Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan agar  membantu
                           Bank Indonesia dalam pengerahan guru dan murid sekolah ke dalam gerakan
                           tabungan nasional. Bantuan tersebut, antara lain, berupa penyebarluasan alat
                           penerangan bagi suksesnya GTN, termasuk menciptakan dan mengajarkan
                           lagu tabanas dan taska, mengerahkan murid sekolah dalam kampanye GTN
                           dan memberi penerangan mengenai pentingnya tabungan bagi pembangunan
                           nasional.
   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215