Page 214 - Menabung_Ebook
P. 214

Khusus  untuk  tabanas  dapat  dipekerjakan  pihak  ketiga  sebagai  kolektor  misalnya
                           pejabat pamong praja dan guru sekolah dengan ketentuan: kolektor benar-benar pihak
                           ketiga  yang  membantu  menarik  masyarakat  aktif  menabung.  Kolektor  diberi  imbalan
                           berupa uang jasa yang jumlahnya ditetapkan setinggi-tingginya 1% dari jumlah setoran
                           pertama.  Para  kolektor  tidak  diperkenankan  untuk  langsung  menerima  jumlah  uang
                           tabungan sehingga berarti kolektor hanya ditugasi untuk menarik calon-calon penabung
                           (Kompas, 7 September 1971).

                              Dalam  acara wawancara yang sama,  Radius  Prawiro,  Gubernur Bank Indonesia,
                           menambahkan penjelasan  bahwa gerakan menabung yang dimulai  pada tanggal 20
                           Agustus 1971 dibuat untuk dapat menjangkau segenap lapisan masyarakat. Tabanas dan
                           taska adalah gerakan menabung pertama kali yang dilancarkan secara meluas di seluruh
                           pelosok tanah air. Radius mengatakan bahwa ikut serta dalam tabanas dan taska ibarat
                           memasukkan es mambo tanpa gula dan aroma ke dalam kulkas. Gula dan aroma akan
                           diberikan oleh sang kulkas, yaitu bank yang melayani tabanas-taska (Kompas, 21 dan 23
                           Agustus 1971).

                              Menurut Radius  Prawiro,  GTN  bermaksud  untuk menggali  potensi  tabungan dari
                           segenap lapisan  masyarakat  di Indonesia.  Menurutnya, tabanas dan taska bertujuan
                           untuk  mengarahkan  dana  yang  dimiliki  masyarakat  untuk  hal  yang  produktif.  Cara  itu
      Menabung Pada Masa Kemerdekaan  jangka panjang ekonomi Indonesia. Dikatakan juga bahwa berdasarkan program tabungan
                           dilakukan dengan mengurangi  sebagian  dana  konsumsi  masyarakat dan  mengubahnya
                           menjadi dana tabungan yang bisa diikutsertakan ke dalam produksi dalam pembangunan


                           dan  deposito sebelumnya, pada  akhir 1960-an berhasil  dikumpulkan dana  masyarakat
                           sejumlah  Rp81 miliar sehingga pada periode ini  usaha menghimpun  tabungan makin
                           ditingkatkan. Sasaran gerakan tabungan nasional adalah segenap lapisan masyarakat dari
                           kota sampai ke desa, juga anak sekolah yang memperoleh uang saku dari orang tuanya.
                              Radius Prawiro juga menjelaskan bahwa tabanas juga bertujuan mendidik masyarakat
                           agar percaya terhadap stabilitas nilai rupiah agar masyarakat memilih menyimpan rupiah
                           bukan menyimpan USD. Setiap bulan masyarakat diminta agar memindahkan keinginan
                           yang bersifat konsumtif ke arah usaha produktif dengan cara menabung sebagian dari
                           penghasilan, terutama bagian yang bisa disisihkan (Haluan, 26 Agustus 1971).

                              Sementara itu, taska (tabungan asuransi berjangka) di samping merupakan sarana
       204                 pemupukan dana guna pembangunan nasional, juga merupakan bentuk tabungan yang
                           dikaitkan dengan asuransi. Tujuan utama mengaitkan tabungan dengan asuransi adalah
                           memberikan jaminan  kepada penabung  bahwa jumlah  uang yang direncanakan akan
                           diterima pada akhir jangka waktu  tabungan  yang telah  ditentukan  dapat diperoleh
                           dalam jumlah yang penuh (face amount) walaupun penabung meninggal dunia. Dengan
                           demikian, rencana penabung untuk mendapatkan dana bagi pembiayaan kebutuhannya
                           dapat dilaksanakan secara pasti walaupun penabung belum berhasil menyetor sepenuhnya
                           jumlah tabungan yang menjadi kewajibannya.
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219