Page 216 - Menabung_Ebook
P. 216

Jenis taska ada 3 macam, yaitu Seri A dengan nominal Rp1.300,00, Seri
                           B nominal Rp3.250,00, dan seri C dengan nominal yang merupakan kelipatan
                           bulat dari jenis taska tersebut. Angsuran untuk tiap-tiap jenis adalah Rp100,00
                           untuk seri A; Rp 250,00 untuk Seri B, dan sebesar kelipatan bulat dari Seri A
                           atau Seri B, untuk Seri C. Bunga Taska sebesar 12% setahun atau 1% sebulan.
                           Tiap  penabung  dapat  mengambil  taska dengan maksimum nilai  nominal
                           sebesar Rp130.000,00. Para penabung pasti akan memperoleh jumlah yang
                           ingin ditabung meskipun terjadi sesuatu yang tidak diharapkan dalam masa
                           periode tabungan, seperti penabung meninggal dunia (Kompas, 7 September
                           1971).

                              Dalam menanggapi program tabanas dan taska awalnya ada semacam
                           keraguan dari masyarakat. Mereka mempertanyakan bagaimana rakyat yang
                           masih berpenghasilan rendah, kadang untuk biaya makan saja tidak cukup,
                           tetapi malah diminta untuk menabung? Pemerintah melalui Ketua Bappenas
                           menjawab  bahwa rakyat memang  masih  berpenghasilan  rendah, tetapi
                           mereka memiliki cara sendiri untuk menyisihkan uang yang memang tidak
                           harus ditabung, tetapi digunakan untuk membeli emas perhiasan yang dapat
                           mereka gunakan sekaligus sebagai simpanan. Di desa-desa, banyak ibu dan
      Menabung Pada Masa Kemerdekaan  mampu menyisihkan uangnya untuk menabung,  hanya bentuknya masih
                           anak anak  perempuan menggunakan perhiasan emas  pada saat  lebaran,
                           pesta perkawinan, dan acara lainnya. Itu menunjukkan bahwa masayarakat


                           terpaku pada emas perhiasan (Kompas, 26 Agustus 1971).

                              Selain itu, keraguan masyarakat dalam menabung juga muncul karena
                           program menabung itu diterbitkan di tengah kondisi ekonomi internasional
                           yang sedang mengalami  krisis dan  menyebabkan tekanan  terhadap nilai
                           tukar rupiah terhadap dolar Amerika (USD). Untuk itu, sebagian masyarakat
                           memiliki  pertimbangan  mana  yang  lebih  untung  menyimpan  USD  atau
                           menabung Rupiah dalam bank?

                              Untuk menanggapi keraguan itu, pemerintah melalui beberapa tulisan di
                           media cetak menjelaskan bahwa menabung melaui tabanas dan taska adalah
                           tindakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan biaya pembangunan. Jika
                           pemerintah tidak berhasil menghimpun dana pembangunan, seluruh kegiatan
       206                 ekonomi  akan  makin lesu.  Pemerintah  menjelaskan  bahwa menyimpan

                           USD  untuk  mendapatkan  keuntungan  pada  saat  terjadi  devaluasi  adalah
                           tindakan yang keliru dan membahayakan bagi perekonomian negara. Begitu
                           juga dengan menyimpan emas, merupakan tindakan yang kurang bijaksana.
                           Hanya bangsa terbelakang di dunia yang menyimpan emas perhiasan sebagai
                           tabungan. Di negara maju tabungan selalu disimpan di bank. Hanya orang
                           kaya yang memakai perhiasan dari emas dan berlian.
   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221