Page 221 - Menabung_Ebook
P. 221
melakukan pemilihan kepala desa. Pemilihan ini dilakukan untuk
menggantikan para care-taker paong desa yang sejak peristiwa
30 September 1965 dijabat oleh para care-taker tanpa memakai
prosedur pemilihan (Kompas, 27 September 1971).”
Setahun setelah dilaksanakannya tabanas dan taska, pada tanggal 20
Agustus 1972 Gubernur Bank Indonesia dalam siaran TVRI menyatakan
bahwa sampai hari itu jumlah modal yang terkumpul di seluruh Indonesia
melalui tabanas dan taska telah mencapai Rp18,5 miliar. Itu berarti modal
yang terkumpul sudah melebihi target yang ditetapkan, yaitu sejumlah Rp18 Menabung Membangun Bangsa
miliar sampai dengan akhir tahun 1972. Modal sebesar itu merupakan dana
dari dua juta penabung yang tersebar di seluruh Indonesia, di antaranya dari
DKI Jakarta sebanyak 260.000 penabung dari 4,6 juta penduduknya. Penabung
dari Jawa Timur sebanyak 606.000 orang. Capaian menarik terlihat dari Kota
Kediri, yang walaupun industrinya belum semaju Jakarta, 60% penduduknya
adalah penabung tabanas dan taska.
Perkembangan itu adalah salah satu bukti meningkatnya kepercayaan
masyarakat kepada pemerintah dan sekaligus upaya dalam membantu
pembangunan ekonomi di dalam negeri. Dengan terkumpulnya dana sebanyak
itu, pemerintah Orde Baru bisa memberikan kredit untuk mengembangkan
kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia. Gubernur Bank Indonesia memberi
contoh usaha pompa di desa-desa dengan kredit bank yang memungkinkan
peningkatan produktivitas daerah pertanian dan para petani. Selain itu,
dengan adanya kredit, perusahaan kecil yang sebelumnya menggunakan alat
sederhana, dapat memanfaatkan mesin modern dan menghasilkan produk
yang lebih banyak. Dalam hal itu, tidak hanya pengusaha yang diuntungkan,
tapi juga masyarakat luas dengan terbukanya lapangan kerja yang makin luas
Perkembangan tabanas dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan
ditinjau dari jumlah penabung dan jumlah uang yang ditabung. Sementara itu,
jumlah penabung dan jumlah uang yang ditabung pada taska menunjukkan
penurunan pada Laporan Bank Indonesia, yaitu pada tahun 1971 terdapat
887.206 penabung terdiri atas 867.239 penabung tabanas dan 19.967
penabung taska. Jumlah uang yang ditabung Rp5.028 juta terdiri atas Rp4.992 211
juta tabanas dan Rp36 juta taska. Tiga tahun kemudian, yaitu pada periode
Januari sampai dengan 15 Juni 1974 jumlah penabungnya meningkat menjadi
3.160.619 orang, yang terdiri atas 3.150.075 penabung tabanas dan 10.544
penabung taska. Jumlah uang yang ditabung pada periode itu juga melonjak
menjadi Rp37.710 juta, terdiri atas Rp37.089 juta dalam bentuk tabanas dan
Rp81 juta dalam bentuk taska. Demikian perkembangan tabanas dan taska
dalam rentang waktu dari 1971—1980.

