Page 224 - Menabung_Ebook
P. 224

Pelajar, Pramuka, dan Pegawai Ikut Menabung


                           Pada tahun-tahun berikutnya, pemerintah terus memperluas jangkauan penabung usia
                           muda, terutama para pelajar dan Pramuka, dan kepada para pegawai negeri. Pada tanggal
                           22 Februari 1974 Ketua Kwartir Nasional Pramuka, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang
                           juga sebagai Wakil Presiden  RI pada saat  itu, hadir dalam penandatanganan piagam
                           kerja sama pelaksanaan Program Peningkatan Gerakan Tabungan Pemuda, Pelajar, dan
                           Pramuka (Perata P3) di kantor Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. Piagam
                           ditandatangani  Menteri Pendidikan  dan  Kebudayaan, Syarif  Thayeb, bersama dengan
                           Gubernur Bank Indonesia, Rachmat Saleh, sebagai tanda diluncurkannya tabungan pelajar
                           dan Pramuka dikenal dengan tapelpram.

                              Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden menyerukan kepada seluruh pembina Pramuka
                           agar mereka tekun mengusahakan seluruh anggota Pramuka memiliki tabungan. Dalam
                           usaha itu diharapkan para pembina bekerja sama dengan pemerintah daerah. Adapun
                           Menteri Pendidikan mengatakan akan menanamkan kesadaran menabung  kepada
                           seluruh pelajar Indonesia melalui perwakilan dan lembaga pendidikan. Menurut Menteri,
                           menabung bukan saja bersifat ekonomi, melainkan juga bersifat edukatif. Sementara itu,
                           Gubernur Bank Indonesia dalam kesempatan itu mengajak semua bank untuk turut aktif
                           memberi penerangan kepada masyarakat tentang menabung (Kompas, 23 Februari 1974).
      Menabung Pada Masa Kemerdekaan  Indonesia,  J.  Sereh, dalam  jumpa  pers  hari  ulang  tahun tabungan  nasional  ke-3 pada
                              Tapelpram  secara resmi diselenggarakan melalui  pengumuman Direktur Bank


                           tanggal 20 Agustus 1974. Bank Indonesia mengumumkan bahwa sejak tanggal 20 Agustus
                           1974 pelajar dan Pramuka Indonesia dapat menabung langsung kepada guru kelas dan
                           pembina  Pramuka. Dari tabungan itu, para pelajar akan memperoleh  buku tabungan
                           pelajar dan Pramuka (buku tapelpram). Tabungan itu dirancang lebih spesifik daripada
                           tabungan tabanas dan taska yang ditujukan kepada masyarakat luas, baik pemilik dana
                           kecil maupun jutawan dari seluruh lapisan masyarakat.

                              Tapelpram adalah tabungan khusus pelajar dan Pramuka sehingga dapat dipastikan
                           bahwa uang yang ditabung adalah sisa uang jajan pelajar dan Pramuka sehari-hari. Dalam
                           tapelpram peranan  kolektor yang diemban  oleh  guru dan  pembina  Pramuka menjadi
                           sangat penting, menggantikan kantor bank penyelenggara yang belum berada di pelosok
                           daerah Indonesia. Sebelumnya, penabung kerap harus menempuh jarak yang jauh untuk
       214                 mencapai bank sehingga kadang-kadang ongkos yang dikeluarkan lebih besar daripada

                           uang yang akan ditabung. Dengan tapelpram, kendala semacam itu dapat teratasi.
                              Selain  itu, tapelpram  diharapkan dapat meningkatkan jumlah penabung  sehingga
                           dana  yang diperoleh  untuk pembangunan  akan meningkat. Menurut Bank Indonesia,
                           jumlah  penabung  di  bank pada  tahun  1974  belum mencapai  3 persen dari seluruh
                           penduduk  Indonesia.  Adapun  jumlah  anggota Pramuka se-Indonesia  ditaksir kurang
                           lebih  10 juta orang dan  jumlah  anak usia  sekolah  (7—13 tahun)  sebanyak 23,2  juta
                           orang. Dari jumlah 23,2 juta orang tersebut 13,2 juta sudah tertampung di sekolah dan
                           Pramuka.  Oleh  karena  itu,  pemerintah  berharap  jumlah  penabung  dapat  ditingkatkan
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229