Page 229 - Menabung_Ebook
P. 229
Dalam rentang lima tahun (1980—1985) GTN melalui tabanas dan
taska terlihat hasil yang menggembirakan. Pada 1980 jumlah penabung
mencapai 8.879.000 orang dengan nilai tabungan Rp292 miliar. Pada 1985
jumlah penabung meningkat menjadi 13.222.000 orang dan nilai tabungan
meningkat menjadi Rp726 miliar. Dalam kurun waktu yang sama jumlah bank
penyelenggara tabanas dan taska telah bertambah dari 27 bank menjadi 63
bank, yang terdiri atas 6 bank pemerintah, 39 bank swasta nasional, dan 18
bank pembangunan daerah. Peningkatan jumlah bank penyelenggara tabanas Menabung Membangun Bangsa
dan taska erat kaitannya dengan keikutsertaan bank-bank umum swasta
nasional dan bank-bank pembangunan daerah dalam gerakan tabungan
(Kompas, 3 Oktober 1985).
Selanjutnya, jumlah penabung dari nilai tabungan pada periode 1987—
1988 terus meningkat. Hal itu dapat dilihat dari nilai tabungan pada periode
tersebut yang meningkat 35,4% dari periode sebelumnya, yaitu sebesar
Rp2.485 miliar, jumlah penabung meningkat 10,9%, dari jumlah penabung
periode sebelumnya, yaitu menjadi 22.666 ribu penabung. Peningkatan itu,
antara lain, disebabkan oleh Paket Kebijaksanaan yang diluncurkan pada
tanggal 27 Oktober (Pakto) 1988 yang memberikan keleluasaan kepada
semua bank untuk menyelenggarakan berbagai bentuk tabungan. Sebagai
hasil dari kebijakan itu, terdapat 53 bank yang menyelenggarakan berbagai
jenis tabungan baru.
Sementara itu, jumlah penabung tabanas dan taska hingga akhir
September 1989 mencapai 20,3 juta orang atau 12 persen dari jumlah
penduduk Indonesia dengan nilai tabungan Rp 1.682 miliar. Pada akhir 1971
ketika program baru dimulai beberapa bulan, tercatat sebanyak 887.000
orang penabung atau 0,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia dengan
nilai tabungan Rp5 miliar. Peningkatan jumlah penabung itu menunjukkan
bahwa kesadaran masyarakat dari semua lapisan untuk menabung telah
bertambah. Hal itu merupakan hasil kerja sama dari berbagai pihak
antarinstansi pemerintah yang tergabung dalam Dekop GTN, yang terdiri atas
Bank Indonesia, Depdikbud, Deppen, Depdagri, Kwartir Nasional Gerakan 219
Pramuka beserta seluruh jajaran di pusat dan daerah (Kompas, 20 Desember
1989).
Pada tahun berikutnya, yaitu periode 1989—1990, akibat maraknya
penyelenggaraan program tabungan oleh bank-bank, jumlah seluruh
tabungan menunjukkan peningkatan sehingga nilai tabungan tercatat sebesar
Rp6.864 miliar atau meningkat 176,2% dari jumlah pada tabungan periode
sebelumnya. Peningkatan itu terutama terjadi pada kelompok bank swasta

