Page 231 - Menabung_Ebook
P. 231
nasional. Di bawah ini terlampir perkembangan
menabung selama dekade 1980-an menurut
laporan Bank Indonesia.
Hingga pertengahan tahun 1990-an tabungan Menabung Membangun Bangsa
berhadiah makin marak diselenggarakan oleh
perbankan nasional. Dunia perbankan yang
sebelumnya terlihat elitis, pada tahun-tahun
itu tampil seperti toko serba ada; bersifat
terbuka; dan memberikan berbagai fasilitas serta
kemudahan bagi masyarakat. Nasabah dipikat
oleh berbagai program tabungan berhadiah
yang menggiurkan, misalnya pada akhir 1980-
an sejumlah bank dalam bentuk grup secara
bersama-sama menyelenggarakan tabungan
berhadiah dengan total hadiah yang cukup
fantastis pada masa itu, yaitu Rp500 juta. Sejak 1
Mei 1989, Lippo Bank dan Bank Central Asia (BCA)
bersama 7 bank swasta lainnya meluncurkan
Tabungan Hari Depan (Tahapan), sedangkan
Bank Internasional Indonesia (BII) bersama 19
bank lainnya turut menyelenggarakan Tabungan
Kesejahteraan Rakyat.
Persaingan diantara kedua kelompok bank
ini sempat menjadi perdebatan di kalangan
Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas)
karena dikahawatirkan akan mematikan aktivitas
bank-bank kecil yang hanya memiliki permodalan
terbatas. Pada saat itu parlemen (Komisi VII DPR), 221
membela program tabungan berhadiah kedua
kelompok bank besar itu dengan mengatakan
bahwa pola tabungan berhadiah Rp 500 juta
itu adalah cara yang positif dan efektif dalam
Pamflet Iklan Tabanas dan Taska periode menghimpun dana masyarakat (Kompas, 12
1980 an diterbitkan Bank Indonesia. Juli 1989). Berikut ini salah satu rekaman media
Sumber: Istimewa (koleksi penulis)
tentang persaingan antara tabungan Tahapan
dan Kesra.

