Page 232 - Menabung_Ebook
P. 232

Lalu,  bagaimana nasib  tabanas dan  taska di  tengah persaingan
                           tabungan-tabungan berhadiah perbankan nasional?  Sebagaimana  kita
                           jelaskan sebelumnya, melalui Pakto 1988 telah ditetapkan landasan untuk
                           memberi kebebasan  kepada  perbankan  untuk menetapkan  sendiri  tingkat
                           suku bunga tabungan, deposito berjangka dan sertifikat deposito, serta tata
                           cara penyelenggaraannya. Meskipun dengan kebebasan tersebut kreativitas
                           bank-bank sudah mulai tampak, daya kreasi perbankan masih belum dapat
                           berkembang  secara  optimal.  Kendala  terjadi  karena  ketentuan  mengenai
                           penangguhan pengenaan pajak atas bunga bagi para penabung kecil belum
                           berlaku sama bagi semua jenis tabungan. Selain itu, kriteria untuk pemberian
                           penangguhan  pajak kurang memberikan ruang gerak yang cukup  besar
                           bagi  bank-bank  untuk bersaing  secara sehat dengan menciptakan produk
                           tabungan yang berbeda sesuai dengan preferensi masyaraka.

                              Penangguhan pengenaan pajak pendapatan bunga bagi para penabung
                           kecil sangat diperlukan dalam rangka memasyarakatkan kebiasaan menabung.
                           Khususnya penabung berpenghasilan rendah guna mendukung pembangunan
                           secara berkesinambungan. Masalah yang dihadapi adalah bagaimana cara
                           pengguhan pengenaan pajak tersebut agar tetap memberikan ruang gerak
      Menabung Pada Masa Kemerdekaan  diberikan  kepada  tabungan  pembangunan  nasional  (tabanas),  tabungan
                           yang luas bagi bank-bank dalam bersaing secara sehat dengan menciptakan
                           produk tabungan yang beraneka ragam.

                              Pada waktu itu, penangguhan pengenaan pajak pendapatan bunga


                           asuransi  berjangka (taska),  tabungan naik haji  (TNH) dan tabungan
                           uang muka kredit pemilikan rumah (TUM-KPR)  dan  tabungan kecil yang
                           mempunyai ciri-ciri  yang sama dengan tabanas  yaitu  bersaldo  minimum
                           Rp10.000,00 ke bawah. Bunga tertinggi yang dibayarkan adalah 15% setahun;
                           perhitungan  bunga didasarkan  atas saldo  terendah; frekuensi  penarikan
                           tabungan sebanyak-banyaknya 6 kali dalam sebulan; dan penarikan tabungan
                           tidak  dilakukan  dengan  menggunakan  cek,  bilyet  giro  atau  surat  perintah
                           pembayaran lainnya yang sejenis.

                              Kriteria  pembatasan,  seperti  pembatasan  suku  bunga  tertinggi  15%
                           setahun;  perhitungan  bunga  yang  didasarkan  pada  saldo  terendah  setiap
       222                 bulan;  dan frekuensi penarikan sebanyak-banyaknya 6  kali dalam sebulan

                           merupakan pembatasan ruang gerak bagi perbankan untuk bersaing secara
                           sehat. Karena fasilitas penangguhan pengenaan pajak merupakan daya tarik
                           yang kuat bagi penabung kecil, bank-bank pada umumnya memilih mengikuti
                           kriteria yang membatasi ruang gerak tersebut. Akibatnya, persaingan hanya
                           terbatas pada ragam pemberian hadiah sehingga cenderung menjadi kurang
                           sehat.
   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237