Page 237 - Menabung_Ebook
P. 237
annya. Para bankir sempat heran mengapa Bank Muamalat Indonesia (BMI)
bisa bertahan dari krisis? Terinspirasi dengan ketangguhan BMI dalam
menghadapi krisis ekonomi moneter, pemerintah menginisiasi berdirinya
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang merupakan bank syariah kedua di Indonesia.
BSM merupakan gabungan dari beberapa bank yang dimiliki Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) yang kebetulan terimbas krisis ekonomi moneter
1997—1998.
Perkembangan perbankan syariah di Indonesia makin menunjukkan
kemajuan dari tahun ke tahun. Hal itu ditunjukkan dari total aset perbankan
syariah pada tahun 2002 sebesar Rp4,1 triliun, kemudian meningkat Menabung Membangun Bangsa
menjadi Rp4,6 triliun pada tahun 2003. Jumlah kantor bank syariah pun
terus bertambah. Pada tahun 2004 terdapat dua bank umum syariah, yaitu
BMI dan BSM dengan jumlah kantor mencapai 161 unit yang tersebar di 20
provinsi. Padahal, dari tahun 1992 hingga tahun 1998 hanya ada satu bank
syariah di Indonesia yaitu Bank Muammalat Indonesia (BMI).
Selanjutnya, setelah pemerintah mengesahkan Undang-Undang No. 21
Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, jaringan perbankan syariah pada
bulan Oktober 2011 meningkat menjadi 11 bank umum syariah (BUS), 23
unit usaha syariah, dan 154 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Dengan
demikian, total jaringan kantor yang ada adalah sebanyak 2017 kantor. Secara
geografis, sebaran jaringan kantor perbankan syariah di Indonesia telah
menjangkau masyarakat Indonesia di lebih dari 120 kabupaten/kota di 33
provinsi di Indonesia. Sejak tahun 2008 hingga sekarang, perbankan syariah
tengah gencar mempromosikan diri sebagai bank untuk masyarakat semua
golongan. Perbankan syariah tidak hanya berfokus pada masyarakat muslim,
tetapi juga pada masyarakat nonmuslim. Upaya untuk mengubah perspektif
semacam itu banyak dilakukan, baik melalui kegiatan pameran perbankan
syariah maupun promosi sinergi melalui bank umum yang sejenis.
Sementara itu, volume usaha perbankan syariah juga terus meningkat.
Total aset per Oktober 2011 telah mencapai Rp127,19 triliun. Jika ditambah
dengan aset BPRS sebesar Rp3,35 triliun, total aset perbankan syariah
mencapai Rp130,5 triliun. Adapun market share perbankan syariah terhadap
perbankan nasional masih sekitar 3,8% dan masih bertahan pada angka 5% 227
menurut data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2015. Hingga kini,
OJK masih terus mengupayakan berbagai cara untuk menggenjot jumlah
nasabah perbankan syariah. Menurut OJK, hingga saat ini jumlah nasabah
bank syariah masih di bawah 10 juta. Oleh karena itu, potensi peningkatan
jumlah nasabah perbankan syariah masih sangat besar.

