Page 236 - Menabung_Ebook
P. 236

Menabung Secara Syariah


                           Pada 1 November 1991 Pemerintah bersama dengan Majelis Ulama Indonesia
                           (MUI) mendirikan Bank Muamalat Indonesia (BMI). Bank itu merupakan bank
                           umum pertama di Indonesia yang menggunakan prinsip Syariah Islam dalam
                           kegiatannya. BMI yang juga diprakarsai oleh Ikatan Cendekiawan Muslim
                           Indonesia (ICMI) itu secara resmi beroperasi pada tanggal 1 Mei 1992 dengan
                           menawarkan beberapa produk perbankan syariah, antara lain  tabungan
                           mudarabah. Produk tabungan ini adalah simpanan pemilik pada bank yang
                           penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai dengan syarat-syarat perjanjian
                           tertentu yang disepakati dalam perjanjian.

                              Penyimpan  dana  tabungan diberikan hak untuk memperoleh  bagian
                           pendapatan bank dengan nisbah nilai persentase tertentu (misalnya 50%)
                           untuk penyimpanan  dana  dan  nilai  prosentase tertentu (misalnya 50%)
                           untuk bank yang  diperhitungkan  sesuai  dengan  peranan  dananya dalam
                           pembentukan pendapatan bank. Karena pada tabungan dimungkinkan adanya
                           mutasi, variabel besarnya dana yang disimpan diperhitungkan menurut saldo
                           rata-ratanya atau dengan metode lain. Dalam lingkup tabungan mudarabah,
                           bank mengembangkan produk seperti tabungan mudarabah untuk ibadah
      Menabung Pada Masa Kemerdekaan  perbankan syariah. Bahkan, ada yang beranggapan bahwa sistem operasional
                           dan muamalah.

                              Hingga saat ini, sebagian besar masyarakat masih awam akan praktik


                           perbankan  syariah  tidak  berbeda  dengan  bank  umum  konvensional.
                           Padahal, tentu saja sistem dan konsep perbankan syariah sangat berbeda
                           jika dibandingkan dengan sistem dan konsep bank konvensional. Jika bank
                           konvensional  menerapkan  sistem  bunga  atas  tabungan  atau  pinjaman,
                           perbankan syariah menggunakan istilah margin.

                              Perbankan  syariah  menitikberatkan  landasan  operasionalnya  pada
                           prinsip  syariah Islam. Uang  hanya  berfungsi sebagai alat  tukar,  bukan
                           komoditas, dan bunga dalam berbagai bentuk dilarang. Perbankan syariah
                           menggunakan  prinsip  bagi  hasil  dan  keuntungan  atas transaksi  riil.  Bank
                           konvensional mendasari operasional pada prinsip uang sebagai komoditas
       226                 yang dipertahankan dan bunga sebagai instrumen imbalan terhadap pemilik

                           uang sudah ditetapkan di muka. Sebagai contoh sederhana, setiap akad atas
                           pinjaman dana melalui syariah bersifat tetap nilainya sampai akhir pelunasan.
                           Tidak  seperti  bank  konvensional,  nilai  pinjaman  bisa  bertambah  jika  ada
                           perubahan penetapan bunga berjalan.

                              Krisis  ekonomi  tahun  1997—1998  yang melanda Indonesia  sempat
                           merontokkan bank-bank konvensional yang sebelumnya dikenal ketangguh-
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241