Page 241 - Menabung_Ebook
P. 241
Presiden Lia (penabung teladan)
“Tabungannya sudah berapa?” tanya Presiden kepada Lia dari “Rp 431.000.”
Yogyakarta, kelas VI SD.
“Uang jajannya berapa sehari dan yang ditabung berapa?” “Rp 300, yang ditabung Rp 200.”
“Yang Rp 100 untuk beli apa?”
“Cukup permen, tetapi menabung ya. Jadi tidak bisa beli minu- “Ya untuk beli permen.” Menabung Membangun Bangsa
man, karena hanya seratus. Tetapi Rp 100 di Yogya kan masih bisa “Belum.”
untuk beli karak (kerupuk). Masih bisa toh? Di sana kan masih
mudah jajanan. Saya tahu, karena saya kan dari sana. Pernah
diambil?” (Maksudnya tabungannya pernah diambil atau belum).
Presiden
“(Kepada siswa yang lain) Siapa namanya?”
“Sekolahnya sudah kelas berapa?” Ina (penabung teladan)
“Sudah punya tabungan berapa sekarang?” “Ina, Pak.”
“Wah, itu barangkali dari uang saku juga?” “Kelas tiga SMP di Medan.”
“Sebagian dari uang saku, mungkin sebagian dari hadiah ulang “Sudah sekitar satu juta, Pak.”
tahun dari orangtua. Ulang tahun dapat hadiah dan ditabung kan. “Sebagian iya, Pak.”
Hadiahnya banyak?” “Ehh.” “
Bagus, lantas pernah diambil uang tabungannya itu?” “Iya, Pak.”
“Untuk apa uang tabungan diambil?” “
“Oh, untuk membiayai les Bahasa Inggris, seperti kursus begitu?” “Untuk tambah biaya les pelajaran Bahasa Inggris.”
Presiden
(Ganti siswa lainnya yang ditanya oleh Presiden.) Sekarang dari Felis (penabung teladan)
Timtim? Siapa namanya.” “Felis Berty, dipanggil Tony.”
“Sekolah di mana? “ “Sekolah Menengah Umum Paulus VI, Dili, kelas III.”
“Umur?”
“Punya tabungan?” “17 tahun.” “
“Wah terlalu banyak yang diambil. Itu dari uang saku?” “Dulunya Rp 217.300 lebih, lalu diambil untuk biaya
“Mahasiswa? Bagus juga. Anak SMA memberi les pada sekolah. Sekarang tingal Rp 27.000 saja, Pak.” 231
mahasiswa. Masukkan di bank, kalau di bank lebih aman, Saya “Dari hasil saya memberi les Bahasa Inggris pada anak
ucapkan selamat.” SMP, SMA, dan mahasiswa.”

