Page 233 - Menabung_Ebook
P. 233

Sehubungan dengan hal itu, kriteria penangguhan pajak bagi penabung
                           kecil perlu lebih disederhanakan dengan memberikan perlakuan yang sama
                           bagi semua jenis  produk tabungan.  Dengan itu  tercipta ruang gerak  yang
                           lebih besar bagi bank-bank untuk bersaing secara sehat. Untuk itu ditetapkan
                           hal-hal sebagai berikut.

                              1.  Untuk lebih  mendorong  penabung  kecil  untuk menabung,
                                  pendapatan bunga yang diperoleh  dari  tabungan kecil masih
                                  ditangguhkan pengenaan pajaknya. Adapun kriteria tabungan kecil
                                  yang masih ditangguhkan pengenaan pajak atas bunganya adalah
                                  tabungan yang saldo tertingginya dalam satu bulan tidak melebihi                Menabung Membangun Bangsa
                                  Rp5  juta.  Ketentuan  ini  berlaku  untuk  tiap-tiap  penabung  secara
                                  individual.
                              2.  Setoran lunas ONH tetap dibebaskan dari pajak karena setoran ONH
                                  tersebut bukan tabungan dan manfaat yang diperoleh bukanlah
                                  bunga.
                              3.  Untuk menghindari peseorangan memecah tabungannya, pada saat
                                  mulai menabung, nasabah diharuskan menandatangani pernyataan
                                  bahwa keseluruhan simpanannya di bank tidak melebihi Rp5 juta.
                              4.  Penabung  yang memiliki  tabungan dengan nilai  nominal  di  atas
                                  Rp5 juta, bank akan memotong langsung uang tabungan tersebut
                                  sebesar  15%  untuk pajak bunga. Akan tetapi, pemotongan pajak
                                  tersebut dapat dikembalikan Ditjen Pajak. Caranya adalah dengan
                                  mengisi SPT apabila pendapatan bunga tabungan setelah ditambah
                                  dengan penghasilan  lainnya masih  berada di  bawah pendapatan
                                  tidak kena pajak.
                              Perubahan itu tertuang dalam Paraturan Pemerintah No. 21 Tahun 1989
                           tentang Pajak Penghasilan Atas Bunga Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito
                           dan  Tabungan serta Keputusan  Menteri Keuangan  No.1308/KMK.04/1989
                           tentang Batas Nilai Nominal Deposito Berjangka. Selain itu, juga Sertifikat
                           Deposito serta Saldo Tabungan Tertinggi yang Dikecualikan dari Pemotongan
                           Pajak Penghasilan yang keduanya dikeluarkan pada tanggal 1 Desember 1989.

                              Untuk melengkapi  kebijakan tersebut, Surat Keputusan  Direksi Bank                 223
                           Indonesia No.22/63/KEP/DIR dan Surat Edaran Bank Indonesia No.22/133/
                           UPG tertanggal 1 Desember 1989 menyatakan bahwa ketentuan mengenai
                           penyelenggaraan  tabungan  ditetapkan  oleh  tiap-tiap  bank.  Sehubungan
                           dengan itu, Bank Indonesia tidak mengatur lagi ketentuan mengenai tabanas,
                           taska, dan tapelpram. Dengan demikian, bank penyelenggara tabanas dan
                           taska bebas untuk menetapkan sendiri nama tabungan, cara pelayanan, dan
                           kriteria tabungan, seperti suku bunga dan frekuensi pengambilan. Ketentuan
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238