Page 212 - Menabung_Ebook
P. 212

Selanjutnya, pada 9 Agustus 1971 Direksi Bank Indonesia memberitahukan kepada
                           direksi bank-bank bahwa kampanye tabanas dan taska secara resmi akan dimulai pada
                           tanggal 20 Agustus 1971. Pemberitahuan dilakukan melalui konferensi pers oleh Gubernur
                           Bank Indonesia bersama-sama dengan Ketua Badan Perencana Pembangunan Nasional
                           (Bappenas). Di tingkat daerah, konferensi pers dilakukan oleh gubernur kepala daerah/
                           bupati. Isi pengumuman tersebut juga menjadi bagian dari pidato Presiden Suharto pada
                           16 Agustus 1971 di depan DPRGR.

                              Pada tanggal yang sama, Menteri Dalam Negeri menginstruksikan semua gubernur
                           kepala daerah dan bupati/walikota kepala daerah seluruh Indonesia untuk menyukseskan
                           GTN, yaitu dengan mengadakan pidato, wawancara, dan penerangan kepada masyarakat.
                           Dukungan dari para kepala daerah juga perlu diberikan dengan memberikan izin  dan
                           fasilitas untuk penempelan poster dan spanduk di kantor-kantor pemerintah. GTN resmi
                           dimulai pada 20 Agustus 1971 dengan mengambil sasaran strategis di kalangan generasi
                           muda yang kemudian meluas ke kelompok lainnya.

                              Malam  sebelum  diberlakukannya tabanas  dan  taska, dalam  wawancara bersama
                           Gubernur Bank Indonesia di TVRI, Ketua Bappenas, Prof. Dr. Widjojo Nitisastro, menjelaskan
                           latar  belakang program  tabungan nasional.  Menurutnya,  pembangunan  yang sedang
                           dilaksanakan  oleh  Pemerintah  membutuhkan  biaya yang harus  diperoleh  dengan  cara
      Menabung Pada Masa Kemerdekaan  perusahaan negara. Sementara di kalangan masyarakat, perusahaan menyisihkan sebagian
                           mengumpulkannya. Proses itulah yang disebut dengan menabung. Pemerintah menabung
                           atau mengumpulkan dana pembangunan dari cukai, bea masuk, pajak, dan keuntungan


                           keuntungannya  untuk  investasi  selanjutnya.  Sementara  itu,  masyarakat  perseorangan
                           atau keluarga menyisihkan penghasilan untuk dititipkan pada lembaga-lembaga keuangan
                           (Kompas, 21 Agustus 1971).

                              Dalam kesempatan lain  Widjojo  menerangkan bahwa berbeda dengan deposito
                           berjangka yang hanya dinikmati oleh lapisan masyarakat tertentu, yaitu masyarakat kota
                           yang memiliki kemampuan menyimpan dana besar. Oleh karena itu, cara penabungan
                           (tabanas)  sangat  mudah  sehingga  setiap  orang  dapat  ikut  serta.  Anak-anak  sekolah
                           dan  anak-anak di  bawah umur (dengan bantuan  orang tuanya) sangat diharapkan
                           untuk ikut  menabung.  Para ibu  rumah  tangga juga diharapkan  mengerahkan  seluruh
                           keluarganya  untuk  berpartisipasi  dalam  GTN.  Kemudahan  cara  menabung  di  tabanas
                           juga memungkinkan orang yang tinggal di pelosok desa terpencil ikut serta menabung
       202                 (Kompas, 23 Agustus 1971).


                              Berbeda dengan tabungan sebelumnya, tabanas adalah tabungan bebas dalam arti
                           tidak terikat jangka waktu tertentu dan bersifat edukatif. Tabungan itu bertujuan mendidik
                           seluruh lapisan masyarakat ke arah bank mindedness, khususnya kebiasaan menabung
                           (saving mindedness). Tabanas memiliki persyaratan sebagai berikut.

                              1.  Penyetoran dapat dilakukan setiap waktu. Setoran pertama ditetapkan sekurang-
                                  kurangnya Rp50,00 dan setoran selanjutnya sekurang-kurangnya Rp25,00.
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217