Page 206 - Menabung_Ebook
P. 206

Tabel
                                    Besaran Ongkos Naik Haji (ONH) Periode 1970—1975





                                                           Ongkos Naik Haji per orang
                              Musim Haji
                                                      Kapal laut           Pesawat terbang

                               1970-1971             Rp 336.000,00               -

                               1971-1972             Rp 320.000,00           Rp 370.000,00

                               1972-1973             Rp 380.000,00           Rp 402.000,00

                               1973-1974             Rp 424.000,00           Rp.446.000,00

                               1974-1975             Rp 556.000,00           Rp 560.000,00

                           Sumber : Laporan Tahunan Bank Indonesia 1970 – 1975


      Menabung Pada Masa Kemerdekaan  setoran  ONH terus meningkat dari  tahun  ke tahun  seiring  dengan

                              Hingga pertengahan paruh kedua periode 1970-an, jumlah penerimaan


                           bertambahnya jumlah calon jemaah haji. Sampai akhirnya pada musim haji
                           1978—1979 jumlah setoran ONH naik menjadi Rp59 miliar (naik 7% persen
                           dari tahun sebelumnya), tetapi jumlah calon jemaah haji pada periode itu
                           turun hingga 45% menjadi hanya kurang dari 40 ribu jemaah. Hal itu terjadi
                           karena sejak devaluasi rupiah pada tanggal 15 November 1978, Pemerintah
                           telah menaikkan ONH dari Rp766 ribu menjadi Rp1 juta 490 ribu. Akibatnya
                           banyak orang yang segan untuk berhaji mengingat biaya ONH yang meningkat
                           hampir dua kali lipat.

                              Pada periode berikutnya, kegiatan menabung  untuk berhaji  ini  terus
                           dilanjutkan oleh pemerintah bersama dengan bank penerima setoran ONH
                           yang kemudian  melibatkan  beberapa  bank pemerintah lainnya.  Program
       196                 tabungan ONH terus  dikembangkan melalui  berbagai tawaran mekanisme
                           menabung  yang  makin  bervariasi,  dengan  imbalan  diskon  jumlah  ONH,
                           potongan jumlah cicilan, dan lain-lain yang dianggap dapat menarik minat
                           masyarakat untuk berhaji dengan cara menabung.
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211