Page 202 - Menabung_Ebook
P. 202

Pada 1 Februari 1969  bank-bank pemerintah, yaitu  BRI,  Bank Eksim,
                           BNI 1946, BBD, BDN, dan BTN, serta beberapa bank umum swasta nasional
                           mengeluarkan program Tabungan Berhadiah 1969. Awalnya program tersebut
                           hanya diselenggarakan untuk daerah ibu kota Jakarta, tetapi kemudian sejak
                           1  Juli 1969  diselenggarakan  juga  di Bandung,  Semarang,  Surabaya,  dan
                           Makassar. Berikut ini adalah jumlah dana tabungan yang berhasil dihimpun
                           melalui program tersebut.

                              Awalnya  suku  bunga  Tabungan  Berhadiah  1969  sedikit  lebih  tinggi
                           daripada suku bunga deposito berjangka, yaitu 2,5%, 3%, dan 3,5% sebulan
                           masing-masing untuk tabungan 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Suku bunga
                           yang relatif tinggi dan pemnberian janji hadiah bertujuan untuk menumbuhkan
                           hasrat menabung masyarakat Indonesia yang masih berpenghasilan rendah.
                           Selanjutnya pada 1 Maret 1971 suku bunga Tabungan Berhadiah 1969 turun
                           menjadi satu koma seperempat persen untuk tabungan 3 bulan, satu koma
                           tiga perempat persen sebulan untuk tabungan 6 bulan, dan dua seperempat
                           persen sebulan  untuk tabungan  12 bulan.  Pada  akhir Maret 1971 jumlah
                           Tabungan Berhadiah 1969 menurut posisi nominal mencapai Rp1.441 juta
                           atau 69% lebih besar dibandingkan dengan Rp583,6 juta pada akhir Maret
      Menabung Pada Masa Kemerdekaan
                           1970. Perkembangan Tabungan Berhadiah 1969 pada periode 1970—1971
                           tercatat sebagai berikut:
























       192








                         Sumber : Laporan Tahunan Bank Indonesia 1970 –1971
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207