Page 198 - Menabung_Ebook
P. 198
Menabung Mendukung Pembangunan
Pada 28 Juli 1966 pemerintah mengesahkan terbentuknya Kabinet Ampera
(25 Juli 1966—17 Oktober 1967) yang dipimpin oleh Letjen Soeharto sebagai
ketua presidium kabinet. Dalam susunan kabinet yang baru ini, tidak lagi
kita jumpai pos urusan bank sentral di dalamnya. Artinya, sejak berlakunya
kabinet Ampera itu, kedudukan gubernur bank sentral kembali berada di
luar kabinet dan tentunya tidak lagi merangkap sebagai menteri urusan bank
sentral, seperti sebelum masa terpimpin.
Setelah berdirinya Kabinet Ampera, pemerintah kemudian mengukuhkan
Radius Prawiro sebagai Gubernur Bank Negara Indonesia (Bank Tunggal) pada
15 Agustus 1966. Pada saat pelantikan Gubernur Bank Negara Indonesia,
Menteri Utama Bidang Ekonomi dan Keuangan dalam sambutannya antara
lain mengatakan sebagai berikut ini.
“Dengan gembira saya melihat bahwa di dalam Kabinet Ampera
yang sekarang ini Gubernur Bank Negara Indonesia tidak termasuk
sebagai anggauta Kabinet, bahkan tidak diberikan pangkat Menteri.
Yang demikian itu berarti bahwa Gubernur Bank Negara Indonesia
Menabung Pada Masa Kemerdekaan waktu telah dapat dipulihkan kembali. Meskipun belum tuntas seluruhnya,
beserta Bank Negara Indonesia yang dipimpin olehnya tidak lagi
menjadi bagian dari Pemerintahan. Akan tetapi secara independen
berdiri di samping Pemerintah Republik Indonesia di dalam bidang
ekonomi dan keuangan.”
Demikianlah akhirnya, kedudukan bank sentral untuk sementara
pemulihan itu cukup berarti bagi bank sentral agar kembali bebas tanpa
tekanan dalam menilai dan mengoreksi tindakan pemerintah dalam bidang
ekonomi, terutama yang berkaitan dengan kebijakan moneter. Bahkan, pada
saat itu bank sentral diharapkan dapat segera memberikan dukungan yang
berpengaruh bagi pelaksanaan program stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi.
Sementara itu, sambil menunggu proses perumusan undang-undang
perbankan yang baru, pada 1966 secara de facto telah ditetapkan bahwa
188 seluruh bank pemerintah kembali menjalankan usahanya sesuai dengan
undang-undang lama yang menetapkan pendirian tiap-tiap bank. Berdasarkan
ketetapan tersebut, sistem bank tunggal secara praktis telah berakhir.

