Page 199 - Menabung_Ebook
P. 199

Perumusan Undang-Undang Baru


               Pada  Sidang  Umum IV  MPRS  di  Jakarta pada  20 Juni—5  Juli  1966 telah  dihasilkan
               berbagai  keputusan  penting  sebagai  langkah  pokok  dalam  usaha  mengadakan  koreksi
               total terhadap  jalannya pemerintahan  sebelumnya. Dalam  bidang  perbaikan ekonomi
               dikeluarkanlah  Ketetapan  MPRS  No.  XXIII/MPRS/1966 tentang kebijaksanaan  landasan
               Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.

                   Dalam  Bab  VII Pasal  55 Tap  tersebut  telah  ditetapkan  bahwa dalam  rangka
               pengamanan keuangan negara dan pengawasan serta penyehatan tata perbankan harus
               segera ditetapkan undang-undang pokok perbankan dan bank sentral yang baru. Dengan                 Menabung Membangun Bangsa
               undang-undang  baru  tersebut, diharapkan  bank  sentral  dan  perbankan  mempunyai
               arahan yang jelas dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.

                   Dalam perumusan undang-undang  baru tentang bank sentral dan perbankan,
               Pemerintah telah meminta bantuan pemikiran dan saran dari bank sentral. Keterlibatan
               bank sentral dalam perumusan  undang-undang  perbankan ini  merupakan bagian
               dari  peran  aktif  bank  sentral  dalam  Program  Stabilisasi  /Rehabilitasi  Ekonomi  yang
               dicanangkan oleh Kabinet Ampera. Berkaitan dengan itu, pada 24 Oktober 1966, BNI Unit
               I telah membentuk Panitia Adhoc untuk menampung masalah Stabilisasi dan Rehabiltasi
               Ekonomi yang diketuai oleh Rachmat Saleh.

                   Pada awal 1967  pemerintah telah menyampaikan kepada DPRGR  8  Rancangan
               Undang-Undang (RUU), yaitu RUU tentang Pokok-Pokok Perbankan, tentang Bank Sentral
               dan enam RUU tentang pendirian Bank-Bank Pemerintah. Pada akhir 1967 RUU tentang
               Pokok-Pokok Perbankan telah dapat diselesaikan. RUU tersebut kemudian disahkan oleh
               Presiden menjadi  undang-undang,  yaitu  UU  No. 14  Tahun 1967  tentang Pokok-pokok
               Perbankan.  Selanjutnya,  dengan Surat Keputusan  Menteri Keuangan No. Kep. 01/M/
               IV/1/1968 tertanggal 10 Januari 1968 undang-undang tersebut dinyatakan berlaku mulai
               1 Januari 1968.

                   Pada 1968 pembahasan mengenai RUU lainnya terus dilanjutkan dan akhirnya pada
               Desember 1968 semua RUU tersebut dapat diselesaikan dan telah disahkan pula oleh
               Presiden menjadi undang-undang yaitu

                   1. Undang-Undang No. 13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral.                                       189
                   2. Undang-Undang No. 17 Tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia (BNI) 1946.
                   3. Undang-Undang No. 18 Tahun 1968 tentang Bank Dagang Negara (BDN).

                   4. Undang-Undang No. 19 Tahun 1968 tentang Bank Bumi Daya (BBD).
                   5. Undang-Undang No. 20 Tahun 1968 tentang Bank Tabungan Negara (BTN).
                   6. Undang-Undang No. 21 Tahun 1968 tentang Bank Rakyat Indonesia (BRI).
                   7. Undang-Undang No. 22 Tahun 1968 tentang Bank Ekspor Impor Indonesia (Eksim).
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204