Page 4 - Sejarah Islam di Nusantara
P. 4
Tokoh-tokoh yang sependapat dengan ini sebagai berikut.
1) T.W. Arnold
Pendapatnya didasarkan pada catatan Cina bahwa pada abad VII sekelompok masyarakat
Arab telah membentuk permukiman Arab di pantai pesisir Sumatra, menikah dengan
penduduk lokal, dan melakukan penyebaran Islam.
2) Naquib Al Alatas
Ia menentang teori Moquete. Menurutnya, nisan Malik al Saleh berasal dari Gujarat hanya
karena faktor kedekatan. Pendapatnya diperkuat oleh literatur keagamaan Islam/historiografi
lokal sebelum abad XVII tidak mencatat satu orang pun pengarang atau karya dari India,
yang muncul justru nama-nama Arab dan Persia;
4) Hamka
Ia berpendapat bahwa gelar Sultan Pasai Malik al Shaleh dekat dengan Nama Malikush
Shaleh Ayub, pendiri dinasti Mameluk Mesir. Raja-raja Mameluk memakai gelar Al Malik.
b.Islam berasal dari Persia. Hal ini karena di Indonesia ada aliran tasawuf seperti di Persia
(Iran). Tokoh yang mengemukakan yaitu P.A. Hoesein Djayadiningrat, pendapatnya
didasarkan pada adanya pengaruh ejaan Parsi dan huruf sin yang tidak bergigi.
c. Islam berasal dari India dengan alasan unsur Islam di Indonesia menunjukkan kesamaan
yang ada di India dan bentuk nisan Malik al Saleh menyerupai bentuk batu nisan di India.
Wilayah India yang dimaksud adalah Gujarat, Malabar, dan Decan yang mayoritas
muslimnya menganut mazhab Hanafi.
Tokoh-tokoh yang mendukung pendapat ini sebagai berikut.
1) J.P. Moquete, didukung Van den Bergh dan Kraemer, berpendapat bahwa asal usul Islam
di Indonesia berasal dari Gujarat dengan bukti bentuk nisan Pasai berlanggam Gujarat.
2) Pijnapel berpendapat bahwa orang-orang bermazhab Syafii menetap dahulu di Gujarat
baru kemudian membawa Islam ke Nusantara.
Hoesein Djayadiningrat Pijnapel J.P. Moquete
YUYUN C. ANIS 4

