Page 100 - 129 cover
P. 100
Bab 5 Hereditas dan Mutasi
Diagram 5.5
Fenotip Tetua : Berambut kuning >< Berambut kuning
Gen letal dominan pada tikus
Genotip (2n) : Kk >< Kk berambut kuning
Meiosis
Gamet (n) : K, k >< K, k
Fertilisasi acak :
Genotip keturunan : KK Kk, Kk kk
1 berambut kuning 2 berambut kuning 1 berambut tidak kuning
mati sebelum lahir hidup hidup
2. Letal Resesif
Pada letal resesif, individu akan mati jika mempunyai gen
homozigot resesif, contohnya tumbuhan albino dan ekor pendek
mencit. Tumbuhan albino tidak mempunyai klorofil. Misalnya,
klorofil dikendalikan oleh gen A, maka tumbuhan berklorofil
memiliki gen AA, sedangkan tumbuhan albino memiliki gen aa.
Tumbuhan albino muncul dari persilangan heterozigot Aa
dengan Aa. Untuk lebih memahami, mari cermati diagram di
bawah ini.
Diagram 5.6
Induk : Aa >< Aa Gen letal resesif pada
(karier) (karier)
tumbuhan albino
Gamet (n) : A, a >< A, a
keturunan : 1 AA : 2 Aa : 1 aa
normal karier albino, mati
Pada manusia terdapat gen letal, misalnya pada penderita
sicklemia (eritrosit berbentuk bulan sabit) dan talasemia (eritrosit
berbentuk lonjong, ukurannya kecil, dan jumlahnya lebih
banyak).
H
Sifat-sifat manusia diturunkan kepada keturunannya
mengikuti pola pewarisan tertentu. Hal ini dapat dipelajari Hereditas pada
dengan menggunakan peta silsilah keluarga. Sifat-sifat yang Manusia
dapat diwariskan dari tetua kepada keturunannya, misalnya
cacat (abnormalitas).
1. Cacat dan Penyakit Menurun
Pada umumnya, cacat atau penyakit menurun secara
genetik bersifat relatif, sehingga muncul apabila genotipnya
dalam keadaan homozigot. Cacat atau penyakit menurun ini
tidak akan terjadi jika individu memiliki genotip heterozigot,
karena gen yang membawanya tertutupi oleh gen pasangannya
dominan. Cacat atau penyakit menurun tidak dapat
89

