Page 96 - 129 cover
P. 96

Bab 5 Hereditas dan Mutasi


                      3.   Gagal Berpisah

                        Pada saat pembentukan gamet (pembelahan meiosis),
                   kromosom dapat mengalami gagal berpisah sehingga jumlah
                   kromosom menjadi berubah. Kromosom dapat gagal berpisah           Diskusikan dengan teman
                   dengan kromosom homolognya pada saat meiosis I. Selain itu,       sekelompokmu.
                   kromatid dalam satu kromosom juga dapat gagal berpisah pada       Apa perbedaan peristiwa
                   saat meiosis II. Perbedaan kedua peristiwa gagal berpisah         gagal berpisah pada
                   tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.                       meiosis I dan meiosis II?
                                                                                     Apa akibat yang ditimbul-
                                                                                    Sumber: Image.google.co.id
                                                           Meiosis I
                     Gagal berpisah                                                  kan gagal berpisah pada
                     pada meiosis I                        normal
                                                     Gagal berpisah                  individu yang mengalami-
                                                     pada meiosis II                 nya?
                      Meiosis II
                      normal
                                   Gamet                          Gamet


                                                                                    Gambar 5.4
                                Jumlah kromosom                Jumlah kromosom
                                                                                    Gagal berpisah
                        Gagal berpisah dapat mengakibatkan gamet atau individu
                   yang baru lahir mempunyai kelainan jumlah kromosom.
                   Contoh akibat gagal berpisah adalah aneuploidi dan poliploidi.
                   Aneuploidi adalah individu yang memiliki kekurangan atau
                   kelebihan satu kromosom dari kromosom tetuanya. Aneuploidi
                   mengakibatkan perubahan fenotip pada individu, misalnya
                   individu yang mempunyai kromosom monosomi (2n – 1) atau
                   trisomi (2n + 1). Sedangkan, poliploidi adalah individu yang
                   mempunyai kelipatan jumlah kromosom tetuanya. Poliploidi
                   misalnya gamet diploid bertemu dengan gamet haploid menjadi
                   triploid (3n), atau dua gamet diploid bersatu membentuk
                   individu tetraploid.


                                                                                             E
                        Hampir semua makhluk hidup mempunyai pemisahan
                   jenis seks jantan atau betina yang berarti satu organisme hanya  Penentuan Jenis
                   membawa satu jenis organ seks. Jenis kelamin makhluk hidup            Kelamin
                   ditentukan oleh kromosom seks, tingkat ploidi, dan lingkungan.
                   Mari cermati uraian berikut ini.



                      1.   Kromosom Seks
                        Pada hewan tingkat tinggi terdapat dua sistem penentuan
                   jenis seks dengan kromosom, yaitu heterogametik jantan dan
                   heterogametik betina.  Heterogametik ialah dalam satu individu
                   terdapat dua jenis kromosom seks yang berbeda. Sedangkan,
                   homogametik berarti suatu individu mempunyai dua kromosom
                   seks yang sama. Pada sistem heterogametik jantan, kromosom




                                                                                                       85
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101