Page 94 - 129 cover
P. 94
Bab 5 Hereditas dan Mutasi
D
1. Pautan
Pautan, Pindah
Pada proses meiosis I, saat kromosom bermigrasi ke kutub
yang berlawanan, gen-gen yang terletak pada kromosom yang Silang, dan Gagal
sama akan berpautan dan bergerak bersama-sama ke arah kutub Berpisah
yang sama pula. Pautan antarlokus ini terjadi akibat lokus gen-
gen terletak pada satu kromosom dan berjarak dekat antara
satu dengan yang lainnya. Jumlah pautan ini sesuai dengan
jumlah pasangan kromosom dan panjangnya kromosom. Gen-
gen yang berhimpit dan berdekatan lokusnya cenderung
berpautan.
Penyimpangan terhadap Hukum Perpaduan Bebas dapat
disebabkan karena keterpautan antarlokus. Hal ini berarti
segregasi alel pada suatu lokus berpengaruh terhadap segregasi
alel pada lokus yang lain.
Jika 4 alela terletak pada pasangan kromosom yang sama.
Fenotip tetua: abu-abu, sayap panjang >< hitam, sayap pendek
Genotip : G g g g Diagram 5.1
• • • • Fertilisasi tanpa pindah
>< silang
• • • •
L l l l
Gamet : G g g
• • •
• • •
L , l l
Fertilisasi acak G g g g
Genotip keturunan • • • •
(2n) ><
• • • •
L l l l
Fenotip keturunan : 1 abu-abu : 1 hitam
sayap panjang sayap pendek
2. Pindah Silang
Pindah silang adalah pertukaran segmen antara dua
kromosom homolog. Peristiwa ini berlangsung pada saat
kromosom homolog berpasangan dalam profase I meiosis, yaitu
pada saat pakiten. Pakiten merupakan saat seluruh bagian
kromosom berpasangan pada jarak yang paling dekat. Titik
kontak dari kromosom-kromosom yang bersentuhan dinamakan
kiasma. Pindah silang akan menghasilkan kromosom rekombinan
yang merupakan hasil penyeberangan fragmen-fragmen
kromosom ke kromosom homolog tetangganya. Pautan gen
dapat dipisahkan oleh peristiwa pindah silang pada semua titik
sepanjang kromosom.
83

