Page 89 - 129 cover
P. 89

Biologi untuk SMA/MA kelas XII Program IPA



                                                        BB (bulat) ×   bb (keriput)
                                     Sumber: Image.google.co.id  Parental  B  Gamet  b
                                       Generasi









                                                               Bb (bulat)


                                       Generasi F                          ×
                                                 1



                                                             b     B      Gamet      B     b

                                                          B Sperma    b
                                       Generasi F
                                                 2


                                                  B
                                                         BB         Bb
                                             Sel telur


              Gambar 5.2                          b
              Hasil percobaan monohibrid
                                                         Bb          bb
              Mendel, antara biji bulat
              dengan biji keriput                      Bujur Sangkar Punnett

                                          2.   Percobaan Dihibrid dan Hukum Mendel II
                                            Percobaan Mendel yang melibatkan dua sifat sekaligus
                                       disebut percobaan  dihibrid. Dari percobaan ini, dapat
                                       disimpulkan bahwa dalam proses pembentukan gamet, setiap
                                       pasang alel dalam satu lokus bersegregasi bebas dengan
                                       pasangan alel lokus lainnya, dan akan berpadu secara bebas
                                       dengan alel dari lokus lainnya. Hukum perpaduan bebas ini
                                       dirumuskan dari hasil observasi terhadap penyebaran fenotip
                                       F  persilangan dihibrid. Pada F , Mendel memperoleh
                                                                            2
                                         2
                                       perbandingan fenotip 9 : 3 : 3 : 1.
                                            Misalnya, persilangan dengan dua sifat beda antara biji
                                       bundar kuning dengan keriput hijau. Pada F  diperoleh biji
                                                                                      1
                                       bundar kuning. Hal ini terjadi, karena setiap gen dapat
                                       berpasangan secara bebas. Artinya, biji bundar dominan
                                       terhadap keriput, dan kuning dominan terhadap hijau.
                                       Persilangan antara F  menghasilkan keturunan F  dengan
                                                                                            2
                                                              1
                                       perbandingan fenotip antara bulat kuning : keriput kuning :
                                       bulat hijau : keriput hijau = 9 : 3 : 3 : 1. Untuk lebih memahami,
                                       mari cermati Gambar 5.3 berikut ini.



               78
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94