Page 88 - 129 cover
P. 88

Bab 5 Hereditas dan Mutasi


                      1.   Percobaan Monohibrid dan Hukum Mendel I

                        Pada percobaan monohibrid untuk tujuh sifat yang diamati
                   pada tanaman kapri, Mendel memperoleh hasil seperti yang
                   disajikan pada Tabel 5.1 dan 5.2. Pada seluruh tanaman F ,        Mengapa Mendel
                                                                                 1
                   hanya ciri sifat dari salah satu tetuanya yang muncul,            mengunakan kacang kapri
                   sedangkan ciri sifat dari tetua yang lain tidak muncul. Sifat yang  (Pisum Sativum) sebagai
                   muncul pada F , misalnya biji bundar disebut sifat dominan.       objek penelitian?
                                   1
                   Sedangkan, sifat yang tidak muncul, misalnya biji keriput         Diskusikan dengan teman
                   disebut sifat resesif.                                            sebangkumu.

                        Pada generasi F , ciri-ciri yang dipunyai kedua tetua muncul
                                       2
                   kembali, misalnya biji bundar dan biji keriput. Dari percobaan
                   Mendel untuk seluruh sifat yang diamati pada F , terdapat
                                                                       2
                   perbandingan yang mendekati 3 : 1, antara ciri dominan dan
                   resesif.

                   Tabel 5.1. Data Persilangan dan F  Percobaan Mendel
                                                1
                          Sifat             Persilangan          Tanaman F
                                                                           1
                     Bentuk biji       bundar >< keriput      100 % bundar
                     Warna albumen     kuning >< hijau        100 % kuning
                     Warna bunga       merah-ungu >< putih    100 % merah-ungu
                     Bentuk polong     gembung >< berkerut    100 % gembung
                     Warna polong      hijau >< kuning        100 % hijau
                     Kedudukan bunga   aksial >< terminal     100 % aksial
                     Tinggi tanaman    tinggi >< pendek       100 % tinggi

                   Tabel 5.2. Data F  Percobaan Mendel
                                  2
                          Sifat            Dominan         Resesif   Perbandingan
                     Bentuk biji       5474 bundar      1850 keriput    2.96 : 1
                     Warna albumen     6022 kuning      2001 hijau      3.01 : 1
                     Warna bunga       705 merah-ungu   224 putih       3.15 : 1
                     Bentuk polong     882 gembung      299 berkerut    2.95 : 1
                     Warna polong      428 hijau        152 kuning      2.85 : 1
                     Kedudukan bunga   451 aksial       207 terminal    3.14 : 1
                     Tinggi tanaman    787 tinggi       277 pendek      2.84 : 1

                        Dari percobaan tersebut, Mendel menyimpulkan bahwa           Apa perbedaan antara
                   pada saat pembentukan gamet, terjadi pemisahan bebas              generasi F  dan F ?
                                                                                                   2
                                                                                             1
                   pasangan gen-gen yang dikandung oleh induk (parental)             Diskusikan dengan teman
                   sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya.           sebangkumu.
                   Misalnya, induk Bb (F ) menghasilkan gamet B dan b. Hal ini
                                          1
                   dikenal sebagai Hukum Segregasi atau Hukum Mendel I.
                   Kemudian, terjadi perkawinan antara induk jantan dan betina.
                   Hal ini menyebabkan gamet B dan b bergabung secara acak.
                   Sehingga, dihasilkan F  dengan perbandingan fenotif 3 : 1. Untuk
                                         2
                   lebih memahami hukum Mendel I, mari cermati percobaan
                   monohibrid berikut ini.







                                                                                                       77
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93