Page 57 - bk metamorfosis
P. 57
masyarakat merupakan sumber dari pembelajaran civic.
Sebagai salah satu disiplin dalam tataran keilmuan dalam himpun ilmu-
ilmu sosial, civic pada hakikatnya adalah disiplin yang memfokuskan kajiannya
pada nilai-nilai Pancasila, sosial-budaya bangsa Indonesia, hukum, politik, dan
pendidikan kewarganegaraan. Melalui pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila
dan tata aturan bernegara, dengan berbagai fenomenanya, peserta didik diharapkan
terampil dalam mencermati berbagai persoalan yang tumbuh dan berkembang
dalam masyarakatnya dalam bingkaian nilai, moral, prinsip, dalil, dan teori-teori
pendidikan kewarganegaraan (civic), sehingga mereka manipu memecahkan
berbagai persoalan yang dihadapinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kebudayaan berperan dalam menjadikan kehidupan manusia dalam
masyarakat lebih baik, baik dalam kapasitasnya sebagai makhluk individu
maupun sebagai makhluk sosial, sehingga pengembangan kebudayaan
secara substansial diarahkan pada upaya perbaikan piranti-piranti kehidupan
masyarakat secara menyeluruh. Model Resolusi Konflik (MRK) sebagai sebuah
model pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu gerakan revolutif yang
interdisipliner dalam pembelajaran civic yang dikembangkan untuk menstimulasi
dan eksplorasi hubungan antara masa lain, sekarang, dan masa yang akan datang
dalam balutan konflik yang multidimensi sehingga setiap orang berkewajiban
memiliki pengetahuan dan keterampilan menyelesaikan konflik yang ada di
masyarakatnya bagi kesejahteraan umat manusia (NCSS, 2000).
Asumsi yang mendasari pengembangan dan aplikasi model resolusi konflik
dalam konteks pembelajaran di dalam jenjang pendidikan formal adalah:
METAMORFOSIS 49
Pengembangan Sekolah Model di Bali

