Page 136 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 136

Indonesia  merupakan  salah  satu  negara  dengan  tingkat  keanekaragaman
              tumbuhan  tertinggi  di  dunia,  sehingga  memiliki  potensi  besar  dalam
              pengembangan  sumber  pangan  berbasis  keanekaragaman  lokal.  Pemanfaatan
              keanekaragaman  tumbuhan  pangan  harus  dilakukan  secara  bijak  dan
              berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini tidak hanya mendukung
              ketahanan pangan, tetapi juga menjaga keberlanjutan plasma nutfah lokal (FAO,
              2019).  Untuk  memanfaatkan  potensi  keanekaragaman  tumbuhan  pangan
              secara  optimal,  masyarakat  memanfaatkan  pengetahuan  tradisional  yang
              dimiliki, baik dari pengalaman turun-temurun maupun praktik sehari-hari.
                    Masyarakat terus memanfaatkan pengetahuan tradisional untuk memenuhi
              kebutuhan pangannya, misalnya dengan memanfaatkan tumbuhan pangan yang
              ada  di  kebun,  pekarangan  rumah,  atau  sawah.  Namun,  pengetahuan  tersebut
              biasanya  disampaikan  secara  lisan,  sehingga  ada  kemungkinan  pengetahuan
              ini dapat hilang jika tidak didokumentasikan. Oleh karena itu, upaya pencatatan
              dan  pelestarian  pengetahuan  tradisional  menjadi  langkah  penting  untuk
              mendukung pemanfaatan keanekaragaman tumbuhan secara berkelanjutan.
                    Pada pembelajaran taksonomi tumbuhan, pengetahuan tentang klasifikasi,
              identifikasi,  dan  sifat-sifat  taksonomi  tumbuhan  pangan  lokal  menjadi  sangat

              penting.  Inventarisasi  tumbuhan  pangan  meliputi  proses  identifikasi  berbagai
              jenis  tumbuhan  yang  digunakan  sebagai  sumber  makanan.  Identifikasi
              merupakan proses penentuan identitas suatu tumbuhan, termasuk mengetahui
              nama  yang  sebenarnya  dan  posisinya  dalam  skema  klasifikasi.  Untuk
              mempermudah          pengelompokan         tumbuhan,      dilakukan     klasifikasi    yaitu
              penyusunan  tumbuhan  ke  dalam  tingkatan  taksonomi  tertentu.  Pemahaman
              taksonomi  dapat  membantu  mengenali  berbagai  jenis  tumbuhan  pangan,
              menilai potensi pemanfaatannya, dan ikut melestarikan keanekaragaman hayati
              serta tradisi pangan lokal.


              9.2.3 Tumbuhan dalam Ritual Adat, Upacara, dan Simbol Budaya
                      Tumbuhan  memiliki  peran  penting  dalam  berbagai  ritual  adat,  upacara
              tradisional, dan simbol budaya masyarakat. Setiap kelompok etnis di Indonesia

              memiliki  hubungan  erat  dengan  alam  melalui  praktik  pemanfaatan  tumbuhan,
              yang  tidak  hanya  berorientasi  pada  aspek  material,  tetapi  juga  berakar  kuat
              pada  nilai  budaya,  sosial,  dan  spiritual  (Septiani  dkk.,  2025).  Dalam  banyak
              komunitas  tradisional,  tumbuhan  tidak  hanya  dimanfaatkan  sebagai  bahan
              fisik,  tetapi  juga  dimaknai  sebagai  simbol  nilai-nilai  spiritual,  sosial,  dan
              kosmologis yang diwariskan secara turun-temurun.
                      Pemilihan  jenis  tumbuhan  dalam  ritual  umumnya  didasarkan  pada  ciri
              morfologi,  warna,  aroma,  serta  khasiat  tertentu  yang  dikaitkan  dengan  makna
              simbolik,  seperti  kesucian,  perlindungan,  kesuburan,  kesejahteraan,  dan
              penghormatan  terhadap  leluhur  (Koentjaraningrat,  2009;  Cotton,  1996).
              Contohnya,  bunga  tertentu  digunakan  dalam  upacara  pernikahan  untuk
              melambangkan kesucian dan kebahagiaan rumah tangga, daun-daunan atau




                                                           127 E-modul Taksonomi Tumbuhan
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141