Page 134 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 134
BAB IX. PEMANFAATAN TUMBUHAN
DALAM BUDAYA LOKAL
9.1 TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan dapat:
1.Mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menuliskan nama ilmiah dengan
benar tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bagian dari budaya lokal
masyarakat Kabupaten Banggai (obat tradisional, bahan pangan, dan ritual
adat);
2.Merancang upaya pelestarian tumbuhan yang dimanfaatkan oleh
masyarakat.
9.2 URAIAN MATERI
Pemanfaatan tumbuhan sebagai bagian dari budaya merupakan wujud
keterkaitan erat antara manusia dan lingkungannya yang terbentuk melalui
pengalaman panjang dan diwariskan antargenerasi. Tumbuhan tidak hanya
dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan obat tradisional, tetapi juga
memiliki makna simbolik dalam ritual adat, upacara keagamaan, serta identitas
sosial budaya. Pemahaman terhadap pemanfaatan tumbuhan dalam konteks
budaya penting untuk menumbuhkan kesadaran akan nilai kearifan lokal,
keberlanjutan lingkungan, dan peran keanekaragaman hayati dalam kehidupan
masyarakat. Beragam jenis tumbuhan dimanfaatkan sebagai obat tradisional,
sumber pangan, serta sarana ritual dan simbol budaya yang mencerminkan
pengetahuan lokal dan nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun.
9.2.1 Tumbuhan sebagai Obat Tradisional
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa tumbuhan,
hewan, mineral, dan sediaan sarian yang secara turun temurun telah digunakan
untuk pengobatan berdasarkan pengalaman (Kumontoy dkk., 2023). Tumbuhan
obat merupakan jenis tumbuhan yang digunakan untuk menyembuhkan
penyakit, baik secara langsung maupun tidak langsung (Junaedi dkk., 2024).
Tumbuhan obat dapat berupa tumbuhan yang dikonsumsi, tumbuhan
pekarangan, maupun tumbuhan liar, termasuk tumbuhan perdu dan tumbuhan
hutan (Radam dkk., 2016).
Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional merupakan bagian dari
pengetahuan lokal (indigenous knowledge) yang diwariskan secara turun-
temurun. Pengetahuan ini berkembang melalui pengalaman empiris
masyarakat dalam mengenali khasiat tumbuhan berdasarkan ciri morfologi,
bagian tumbuhan yang digunakan, serta cara pengolahannya (WHO, 2013).
Tumbuhan obat tradisional umumnya dianggap aman karena bersifat alami,
125 E-modul Taksonomi Tumbuhan

