Page 17 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 17

Identifikasi  tumbuhan  selalu  didasarkan  pada  spesimen  (bahan)  riil,  baik

              berupa  tumbuhan  hidup  maupun  spesimen  yang  telah  diawetkan.  Identifikasi
              terhadap spesimen yang belum dikenal dilakukan melalui studi yang seksama,
              kemudian  disusun  candra  atau  deskripsi,  disertai  gambar-gambar  terperinci
              mengenai  bagian-bagian  tumbuhan  yang  memuat  ciri-ciri  diagnostik.
              Berdasarkan  hasil  kajian  tersebut,  spesimen  ditetapkan  ke  dalam  suatu  jenis
              dan  selanjutnya  secara  berturut-turut  ditempatkan  pada  tingkat  taksonomi
              yang lebih tinggi, yaitu genus, familia, ordo, classis, hingga divisio.
              2. Identifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan
                      Publikasi  para  ahli  taksonomi  yang  memuat  takson  baru  diperkenalkan
              kepada khalayak ramai, sekurang-kurangnya kepada komunitas ilmiah, disebut
              sebagai publikasi asli (original publication). Nama ilmiah yang diberikan tetapi
              tidak  sesuai  dengan  ketentuan  yang  berlaku  disebut  nama  tidak  sah
              (illegitimate name). Sementara itu, publikasi yang tidak memenuhi persyaratan
              yang  ditetapkan  dalam  kode  tatanama  disebut  sebagai  publikasi  tidak  sahih
              atau  tidak  berlaku  (not  validly  published).  Nama  yang  tidak  sah  dan  publikasi
              yang  menyimpang  dari  ketentuan  merupakan  nama  yang  tidak  dapat  diterima
              dan tidak dibenarkan untuk dipakai (inadmissable).
                        Nama  takson  baru  yang  diperkenalkan  oleh  seorang  ahli  lazimnya  dimuat

              dalam karya yang disebut flora atau monografi. Flora merupakan bentuk karya
              taksonomi yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan di suatu wilayah
              tertentu,  misalnya  “Flora  Pulau  Sulawesi”.  Sementara  itu,  monografi  memuat
              jenis-jenis  tumbuhan  yang  tergolong  dalam  kategori  taksonomi  tertentu
              (species, genus, familia), baik yang terbatas pada daerah tertentu maupun yang
              mencakup  seluruh  dunia,  misalnya  “Jenis-jenis  Annona  di  Sulawesi”  atau
              “Jenis-jenis  Annona  di  Seluruh  Dunia”.  Flora  atau  monografi  dapat  digunakan
              sebagai  sarana  identifikasi  bagi  jenis-jenis  tumbuhan  yang  belum  dikenal,
              tetapi  diperkirakan  berasal  dari  daerah  yang  sama  atau  tergolong  dalam
              kategori  taksonomi  yang  sama  sebagaimana  tercantum  dalam  flora  atau
              monografi tersebut.
                        Mengidentifikasi  tumbuhan  yang  belum  kita  kenal,  tetapi  telah  dikenal
              dalam dunia ilmu pengetahuan, saat ini tersedia beberapa sarana, antara lain:
                   Menanyakan identitas tumbuhan yang tidak dikenal kepada seseorang yang

                   dianggap  ahli  dan  diperkirakan  mampu  menjawab  pertanyaan  tersebut,
                   dengan  membawa  spesimen  tumbuhan  yang  ingin  diketahui  identitasnya.
                   Cara ini banyak dilakukan oleh orang yang tempat tinggalnya tidak jauh dari
                   suatu lembaga penelitian taksonomi, seperti herbarium.
                   Mencocokkan  spesimen  tumbuhan  dengan  koleksi  herbarium  yang  telah
                   teridentifikasi. Cara ini merupakan metode yang lazim dilakukan di hampir
                   seluruh dunia, yaitu dengan mengirimkan spesimen tumbuhan ke herbarium
                   atau  lembaga-lembaga  penelitian  biologi  terkemuka  untuk  keperluan
                   identifikasi.






                                                            8   E-modul Taksonomi Tumbuhan
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22