Page 22 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 22

3.2.2 Sistem Klasifikasi Tumbuhan
                        Sifat-sifat  yang  dijadikan  dasar  dalam  mengadakan  klasifikasi  tumbuhan
              dapat  berbeda-beda,  bergantung  pada  pihak  yang  melakukan  klasifikasi  serta
              tujuan  yang  ingin  dicapai  melalui  pengklasifikasian  tersebut.  Oleh  karena  itu,
              sepanjang sejarah perkembangan ilmu taksonomi tumbuhan, dikenal beberapa
              sistem  klasifikasi.  Secara  umum,  terdapat  tiga  sistem  klasifikasi  dalam
              taksonomi tumbuhan, yaitu sistem klasifikasi alami, sistem klasifikasi buatan,
              dan sistem klasifikasi filogenetik.
              1. Sistem klasifikasi alami
                     Klasifikasi alami pertama kali diperkenalkan oleh Michael Adams dan Jean
              Baptiste  de  Lamarck.  Sistem  ini  bertujuan  membentuk  kelompok  takson  yang
              terjadi  secara  alami,  artinya  anggota-anggota  dalam  suatu  takson  terbentuk
              secara wajar sesuai dengan pola yang ditentukan oleh alam. Klasifikasi sistem
              alami  menggunakan  dasar  persamaan  dan  perbedaan  morfologi  (bentuk  luar
              tubuh)  secara  alami  atau  wajar.  Contohnya,  tumbuhan  dikelompokkan
              berdasarkan jumlah keping biji.
              2. Sistem klasifikasi buatan
                      Klasifikasi  buatan  atau  artifisial  adalah  sistem  pengelompokan  makhluk

              hidup  yang  didasarkan  pada  satu  atau  beberapa  ciri  tertentu.  Sistem  ini
              disusun  sesuai  kebutuhan  atau  pertimbangan  manusia,  menggunakan  ciri-ciri
              morfologi,  anatomi,  atau  fisiologi,  terutama  alat  reproduksi  dan  habitat.
              Contohnya,  tumbuhan  dapat  diklasifikasikan  berdasarkan  tempat  hidup
              (habitat),  bentuk  perawakan  (habitus),  atau  tipe  pertumbuhan  seperti  pohon,
              perdu,  semak,  terna,  dan  tumbuhan  memanjat.  Tokoh  penting  dalam  sistem
              klasifikasi  buatan  antara  lain  Aristoteles,  yang  membagi  makhluk  hidup
              menjadi  tumbuhan  (Plantae)  dan  hewan  (Animalia),  serta  membagi  tumbuhan
              menjadi  pohon,  perdu,  semak,  terna,  dan  memanjat.  Carolus  Linnaeus  juga
              termasuk  tokoh  penting  yang  mengelompokkan  tumbuhan  berdasarkan  alat
              reproduksinya.
              3. Sistem klasifikasi filogenetik
                   Klasifikasi filogenetik muncul setelah teori evolusi dikemukakan oleh para

              ahli biologi. Klasifikasi ini pertama kali dikemukakan oleh Charles Darwin pada
              tahun  1859.  Menurut  Darwin,  klasifikasi  memiliki  hubungan  erat  dengan
              evolusi. Sistem filogenetik disusun berdasarkan tingkat kedekatan kekerabatan
              antara  takson  yang  satu  dengan  yang  lainnya.  Selain  mencerminkan
              persamaan  dan  perbedaan  morfologi,  anatomi,  dan  fisiologi,  sistem  ini  juga
              menjelaskan  kesamaan  molekul  dan  biokimia,  meskipun  terdapat  perbedaan
              dalam  bentuk  dan  fungsi.  Jadi,  klasifikasi  filogenetik  didasarkan  pada
              persamaan fenotip yang terlihat dari bentuk luar dan perilaku, serta pewarisan
              keturunan  yang  mencerminkan  hubungan  evolusi  dari  nenek  moyang  hingga
              cabang-cabang keturunannya.








                                                           13   E-modul Taksonomi Tumbuhan
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27