Page 44 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 44
6.2.1 Struktur Morfologi Pteridophyta
Pteridophyta merupakan tumbuhan berkormus, yaitu tumbuhan yang telah
memiliki akar, batang, dan daun sejati.
1. Akar
Pteridophyta mempunyai sistem perakaran berupa akar serabut yang
bercabang dan dilengkapi tudung akar (kaliptra). Pertumbuhan akarnya bersifat
endogen dan umumnya menyebar secara horizontal, baik di permukaan tanah
maupun di dalam tanah. Pada beberapa kelompok yang masih bersifat primitif,
seperti Psilophytales dan Psilotales, akar sejati belum terbentuk. Akar
embrional utama hanya bertahan dalam waktu singkat dan selanjutnya
digantikan oleh akar adventif.
2. Batang
Batang Pteridophyta berupa rimpang yang dapat merambat atau memanjat,
dengan daun yang tumbuh secara berkala. Batang biasanya bercabang secara
menggarpu (dikotom). Rimpang bersifat dorsiventral dan memiliki stipe,
sedangkan akar tumbuh di bagian bawahnya. Struktur anatomi batang
memegang peran penting dalam taksonomi, dimana stele (silinder vaskuler)
dapat berbentuk protostele, siphonostele, atau eustele. Sistem pembuluh
angkutnya tersusun atas xilem dan floem yang berada di bagian tengah batang,
dan pada irisan melintang tampak berbentuk menyerupai bintang atau bulatan
kecil.
3. Daun
Daun Pteridophyta mempunyai tangkai dan variasi bentuk helaian yang
beragam. Salah satu ciri yang khas adalah adanya tunas daun yang
menggulung (fiddlehead atau circinate) serta struktur aerophore atau
pneumatophore yang terlihat pada beberapa species (Vasco et al., 2013).
Tumbuhan paku memiliki dua jenis daun, yaitu daun fertile (sporofil) yang
merupakan tempat pembentukan spora yang dilindungi oleh sporangium, dan
daun steril (tropofil) yang berperan dalam fotosintesis tetapi tidak ikut dalam
produksi spora. Bentuk daun pada kelompok ini sangat bervariasi, antara lain
bulat telur, jorong, lonjong, dan lanset, dengan permukaan daun yang halus,
mengkilap, suram, berlilin, kasar, atau berambut pendek halus.
Jenis daunnya meliputi daun tunggal, majemuk menyirip tunggal, majemuk
menyirip ganda, serta daun dikotom. Susunan tulang daunnya bermacam-
macam, seperti penninervis, palminervis, cervinervis, dan rectinervis. Tepi daun
memiliki beragam tipe, misalnya integer atau dentatus, sedangkan ujung daun
berbentuk acutus, obtusus, rotundatus, retusus, emarginatus, dan sebagainya.
Bentuk pangkal daun beragam, termasuk kordatus, perfoliatus, atenuatus,
kuneatus, obtusus, rotundatus, trunkatus. Tangkai daun tumbuhan paku
memiliki variasi warna yang cerah, seperti cokelat, cokelat kehitaman, hijau,
cokelat kehijauan, atau hijau kecokelatan, serta memiliki bentuk bulat atau
lonjong dengan rambut glandula. Beberapa species juga memiliki akar udara
(pneumatophora) pada stipe.
35 E-modul Taksonomi Tumbuhan

