Page 45 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 45
Daun
Daun muda
Rhizoma
Akar
Gambar 6.2 Struktur Morfologi Preridophyta
(Sumber: https://sl1nk.com/EwJfE)
6.2.2 Reproduksi Pteridophyta
Pada tahap dewasa, Pteridophyta membentuk sporangium yang berisi spora.
Sporangium-sporangium ini terkumpul dalam kelompok yang disebut sorus,
yang berfungsi melindungi kotak spora hingga matang dan siap untuk
dilepaskan. Pada banyak species, sorus ditutupi oleh indusium atau tepian
daun yang melengkung, dengan berbagai bentuk seperti linear, bulat, lonjong,
atau menyerupai cangkir, perisai, atau terompet. Spora monolet berbentuk
ginjal atau ellipsoid dengan satu celah memanjang di bagian ventral atau dekat
pangkal. Pada familia yang lebih maju, seperti Pteridaceae, spora bilateral lebih
sering dijumpai, sedangkan pada Polypodiaceae, Vittariaceae, dan
Thelypteridaceae, spora jenis ini jarang ditemukan. Spora trilet memiliki tiga
permukaan yang saling bertemu membentuk sudut pada setiap titik
pertemuannya, biasanya berbentuk bulat tetrahedral, hampir bulat, agak
bersudut tiga, atau kadang berupa bola. Spora matang tersusun atas tiga
lapisan utama: endospora, eksospora, dan perispora.
Gambar 6.3 Perbedaan Spora, Sporangium,
Sorus, dan Indusium
(Sumber: https://sl1nk.com/0zIjR)
Sistem reproduksi Pteridophyta mencakup apogami, apospora, serta
pembentukan bulbil (tunas) pada beberapa species, seperti Asplenium dan
Polystichum. Pembentukan sporofit dapat terjadi melalui amfimikus atau
apogami, bahkan tanpa keterlibatan proses seksual.
36 E-modul Taksonomi Tumbuhan

