Page 46 - Revisi 5 E-Modul Taksonomi Tumbuhan Berbasis CRT
P. 46

Tumbuhan paku mengalami siklus hidup yang disebut metagenesis, terdiri
              dari dua fase utama: gametofit (seksual) dan sporofit (aseksual). Gamet jantan
              diproduksi  di  anteridium  yang  disebut  antherozoid  karena  memiliki  flagela,
              sedangkan  gamet  betina  (sel  telur)  terbentuk  di  arkegonium.  Sel  telur  yang
              telah dibuahi membentuk zigot yang berkembang melalui pembelahan mitosis
              (2n) menjadi sporofit muda. Spora non-motil yang dilepaskan dari sporofit akan
              berkecambah  menjadi  gametofit  haploid  (n).  Secara  keseluruhan,  siklus  hidup
              Pteridophyta  mencakup  lima  tahap:  pembelahan,  protalium  (gametofit)  muda,
              protalium (gametofit) dewasa, sporofit muda, dan sporofit dewasa.
                 Pteridophyta menunjukkan variasi bentuk gametofit yang beragam. Sebagian
              besar  gametofit  berbentuk  hati  berwarna  hijau,  dengan  arkegonium,
              anteredium, dan rizoid yang tumbuh di permukaan bawah dan tertutupi rambut.
              Pada  Ophioglossaceae,  gametofit  menyerupai  umbi  tanah  dan  tidak  memiliki
              klorofil,  sedangkan  Hymenophyllaceae  memiliki  gametofit  berbentuk  filamen
              yang  bercabang  banyak.  Schizaea  memiliki  gametofit  seperti  benang  dengan
              gametangia pada cabang-cabang pendek.





























                                      Gambar 6.4 Siklus Hidup Pteridophyta
                                        (Sumber: https://sl1nk.com/2Dl6x)

              6.2.3 Klasifikasi Pteridophyta
                  Pteridophyta diklasifikasikan menjadi empat classis, yaitu  Psilopsida (paku

              purba),  Lycopsida  (paku  kawat),  Sphenopsida  atau  Equisetosida  (paku  ekor
              kuda), dan Pteropsida ( paku sejati).
              1. Psilopsida
                   Psilopsida atau paku purba biasanya berbentuk seperti rerumputan, dengan
              akar  berupa  rhizoid  dan  umumnya  belum  berkembang  daun,  sehingga  dikenal
              sebagai  paku  telanjang.  Apabila  ada  daun,  bentuknya  berupa  mikrofil.
              Sporangium  tersebar  sepanjang  batang  dan  mengandung  klorofil,  sehingga
              memungkinkan terjadinya fotosintesis. Sporofit hanya menghasilkan satu jenis
              spora (homospora), sementara gametofit hidup bersimbiosis dengan jamur




                                                           37   E-modul Taksonomi Tumbuhan
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51