Page 137 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 137
Susanto Polamolo
Elnino M. Husein Mohi
PERDEBATAN PASAL 33
DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
frimer of our new constitution. 38
…
Sekarang saya persilahkan untuk
menyampaikan laporan dari bidang ekonomi pada
Prof. Mubyarto.
Pembicara: Prof. Mubyarto (Koordinator TA.
Bidang Ekonomi )
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kami sangat bangga untuk melaporkan
39
kepada Pimpinan PAH-I bahwa kami telah berhasil
mengadakan rapat, yang Pleno lengkap semua
hadir tadi malam di suatu tempat yang di luar
MPR kami diberitahu bahwa kalau rapatnya di luar
MPR tidak akan dibayari tetapi terus saja kita lihat
nanti, apakah kami cukup berharga untuk bisa
mempertanggungjawabkan rapat itu seperti di luar.
Kita ketemu dan dibagi dua, front Jogya dan
front Jakarta. Empat orang dari Jakarta, tiga orang
dari Jogya, pada saat kita mulai perdebatan langsung
menyadari bahwa kita pasti tidak akan bersepakat
karena perbedaan-perbedaan yang cukup prinsipil
mengenai pandangan kita, tetapi kita tidak kecil hati
kalau kita memutuskan, biar saja ada tujuh pendapat
dari tujuh orang yang kita sampaikan, nanti mungkin
sambil jalan ada juga tempat-tempat di mana
38 Setelah mempersilahkan masing-masing Koordinator bidang politik, dan hukum yang
disampaikan oleh Prof. Maswadi Rauf, dan Prof. Sri Soemantri. Prof. Ismail Suny kemudian
mempersilahkan Koordinator bidang ekonomi, yang dikomandoi oleh Prof. Mubyarto untuk
menyampaikan laporannya, serta beberapa materi tambahan yang disampaikan oleh para
anggota Tim Ahli bidang ekonomi, sebagaimana terlampir. Notulennya dapat dilihat dalam
Sekretariat Jenderal MPRRI.., Tahun Sidang 2001, Buku Satu, ibid.., mulai hlm. 309.
39 Pada Edisi Hardcopy, Sekretariat MPR-RI, Tahun Sidang 2001, Buku Satu, hlm. 309, notulennya
tertulis “bangga”. Sementara diedisi Softcopy tertulis “Janggal”. Lihat edisi Softcopy, hlm.9.
Risalah 20 Maret 2001. Sekretaria Jenderal MPR-RI.
76

