Page 178 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 178

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN


                      Contoh lain adalah Jepang. Pemerintahannya punya rasa tanggungjawab
                   yang sangat kuat terhadap petani. Sangat mendukung produktivitas petani,
                   rakyat Jepang pun cinta hasil pertanian dalam negeri mereka. Pemerintah
                   membantu mesin, memberikan subsidi  dan mengontrol harga supaya
                   petani untung dan rakyat tetap bisa beli. Untuk urusan mengatur dan
                   mengorganisasi petani.
                      Pemerintah  Jepang membentuk  Nokyo atau  JA (Japan Agriculture)
                   yang mengurus  soal keseluruhan  produksi,  mengatur  packaging, urus
                   transportasi, menyediakan  semua  kebutuhan  modal,  sampai  penjualan
                   produk ke tangan konsumen. Keseluruhan proses berada dalam komitmen
                   pemerintah menyediakan  pangan sebagai kebutuhan  vital untuk rakyat,
                   khususnya bagi kesejahteraan petani.
                      Persoalan yang  dihadapi  sektor pertanian  memang  sangat  kompleks,
                   namun  dengan  pendekatan  yang  lebih  holistik  dan  kebijakan  yang
                   terkoordinir serta terintegrasi, berbagai persoalan itu bisa diurai dan diatasi.
                   Bila  ini  bisa  diwujudkan,  prospek usaha  di  bidang  pertanian akan lebih
                   menjanjikan dan akan menarik lebih banyak kalangan milineal untuk terjun
                   mewujudkan Indonesia sebagai negara agragris yang kuat dan handal.

                   Food Estate dan Kemandirian Petani
                      Salah satu program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan
                   pemerintah  saat ini  adalah  food  estate. Program andalan  ini  mengusung
                   konsep pengembangan  pangan secara terintegrasi, mencakup  pertanian,
                   perkebunan, peternakan dalam satu kawasan. Sejauh ini sudah ada 30.000
                   hektar lahan yang digarap melalui program ini.
                      Berdasarkan  sejumlah  tolak ukur  utama  seperti realisasi  luas  tanam
                   dan panen yang tinggi, meningkatnya produksi indeks pertanaman, dan
                   produktivitasnya, pelaksanaan  food  estate di  beberapa daerah berjalan
                   cukup baik.
                      Di luar sejumlah persoalan yang masih menjadi catatan seperti pemilihan
                   lokasi yang tidak accessable, kurang subur, lahan rusak, berpotensi banjir,
                   menurut Rachmat Gobel, program ini memberi peluang dalam membangun
                   kemandirian  bagi  petani.  Program  ini  harus  bisa  memberi  iklim  yang
                   kondusif  bagi  penguatan  kelembagaan  di  kalangan  petani.  Mendorong
                   petani untuk membangun sistem koperasi dengan petani itu sendiri sebagai
                   anggotanya. Koperasi ini yang akan menyiapkan pupuk dan bibit, membeli
                   hasil panen petani (off taker) , dan bisa bekerja sama dengan Bulog sebagai
                   off taker terakhir.




                                                      160
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183