Page 174 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 174
KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN
prasarana. Harus terintegrasi dengan bidang lainnya seperti penguatan
SDM dan dukungan pembiayaan dan teknologi modern yang diadopsi di
dalam pengelolaan pertanian di setiap level; mulai pembibitan, penanaman,
pemeliharaan, panen, distribusi pasca panen, termasuk peningkatan
produktivitas tanah melalui pupuk berkualitas.
Pemberdayaan SDM menjadi kunci, baik melalui pendidikan formal
maupun informal seperti penyuluhan, pelatihan dan pembinaan. Kualitas
SDM yang tergolong rendah membuat pengelolaan usaha tani cenderung
konvensional atau tradisional sehingga jauh dari kemampuan mengadopsi
kemajuan teknologi.
Rachmat Gobel yakin, pengembangan SDM yang handal, pendidikan
berorientasi pertanian, infrastruktur yang memadai, alat pertanian
yang canggih, dan dukungan political will pemerintah, dipastikan akan
menghasilkan produk pertanian berkualitas dan melimpah untuk mencukupi
kebutuhan dalam negeri, bahkan bisa diekspor.
Ia juga mendorong terbentuknya industri pengolahan yang mampu
mengolah hasil pertanian yang tidak hanya berkualitas, tapi juga variatif.
Satu jenis komoditas pertanian harus bisa menghasilkan berbagai produk
yang bernilai ekonomi, diolah menjadi barang lebih bernilai tinggi. Jika hal
ini bisa dilakukan dengan baik, maka setiap proses pengelolaan pertanian
bisa menjadi potensi bisnis yang sangat besar dan menguntungkan.
Selain itu, menurut Rachmat Gobel, infrastruktur kelembagaan juga
harus diperkuat agar bisa mendukung permodalan dan sistem pemasaran
yang baik. Sistem distribusi dan rantai pasok yang efektif dan terintegrasi
harus dibangun untuk menjaga kualitas produksi saat sampai di tangan
konsumen.
Tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pembangunan
pertanian berkualitas menjadi sangat penting untuk menjaga ketahanan
pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor. Seperti diketahui, saat
ini impor komoditi pangan masih sangat besar dan semakin beragam. Tidak
hanya impor beras, jagung, gula dan gandum, tapi juga bawang merah,
bawang putih dan cabai.
Agribisnis dan Petani Millenial
Data menunjukkan, banyak generasi muda yang enggan jadi petani.
Padahal jumlah generasi ini semakin membludak yang menurut BPS
mencapai 145,39 juta orang atau lebih dari separuh jumlah penduduk
yaitu 53,81% dari total populasi. Kenapa mereka enggan jadi petani? Ini
harus dipikirkan bersama, karena di berbagai negara yang berlomba
156

