Page 169 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 169
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
Sudjunadi, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Madiun Taupan Devyanto,
dan perwakilan dari PT Pupuk Kaltim.
Berdasarkan pengalamannya itu, Rachmat Gobel mengatakan,
dibutuhkan suatu gerakan yang masif dan bersinergi untuk melakukan
pencerahan kepada petani bahwa pemakaian pupuk nonsubsidi jauh lebih
menguntungkan. Tidak hanya itu, petani juga akan lebih mandiri karena
tidak lagi tergantung pada bantuan subsidi pupuk dari pemerintah.
Bagi petani, akan sangat menguntungkan jika subsidi pupuk bisa dialihkan
ke dalam bentuk bantuan yang lebih produktif seperti program peningkatan
teknologi dan program lain yang lebih strategis. Jangan diartikan, ajakan
meningkatkan penggunaan pupuk nonsubsidi berarti mengurangi bantuan
untuk petani, tapi dananya dialihkan ke program yang lebih produktif.
Bayangkan saja, dengan kebutuhan pupuk subsidi yang sebesar Rp 67,12
triliun per tahun (tahun 2021), jika dipakai untuk membangun irigasi,
infrastruktur pertanian, menyediakan benih berkualitas, dan bantuan alat
mesin pertanian, tentu petani akan lebih maju dan sejahtera.
Dalam berbagai kesempatan Rachmat Gobel selalu menegaskan,
pemberdayaan petani harus dilakukan dalam program yang terintegrasi
sehingga solusinya bisa lebih menyuluruh. Dalam istilah Rachmat Gobel,
pemberdayaan petani harus menggunakan konsep agri solution, dimana
berbagai masalah yang ada tidak hanya dilihat dari satu sektoral saja. Inilah
yang tengah ia lakukan melalui proyek demplot yang kini kian tersebar di
berbagai daerah.
Ia juga mengedepankan, pentingnya petani melalui kelompok masing-
masing meningkatkan kualitas usaha taninya, salah satunya adalah
membentuk koperasi. Banyak hal yang bisa dilakukan petani secara mandiri
melalui koperasi, mulai dari mendapatkan bibit unggul, kebutuhan pupuk,
insektisida, alsinta sampai pemasaran.
”Dalam mengembangkan pertanian juga harus terintegrasi dan linier
dengan pengembangan ekonomi lainnya seperti Koperasi atau UMKM,” kata
Rachmat Gobel. (*)
151

