Page 168 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 168

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN


                   kelompok tani. Meski harganya lebih mahal, produktivitas yang dihasilkan
                   dari  pemakaian  pupuk  nonsubsidi  berkali  kali  lipat  lebih  tinggi.  Untuk
                   tanaman padi, peningkatan produktivitas berkisar 2-3 kali lipat atau jauh
                   lebih tinggi dibandingkan  selisih harga pupuk  nonsubsidi  dengan pupuk
                   subsidi.
                      Pilot project pertama dikembangkan Rachmat Gobel di daerah pemilihan
                   (dapil) sendiri yaitu di sejumlah kabupaten di provinsi Gorontalo. Bekerjasama
                   dengan kelompok tani, koperasi, PT Pupuk Kaltim dan PT Petrokimia Gresik,
                   sejak awal 2020 tim yang ia bentuk menggarap sejumlah demplot di berbagai
                   desa dengan menanam padi,  jagung dan holtikultura seperti cabai, tomat
                   dan bawang. Hasilnya sangat mengembirakan, di mana produksi padi yang
                   sebelumnya 4-5 ton per ha, naik menjadi 9-10 ton per ha.
                      Untuk tanaman tomat, jika sebelum menggunakan pupuk subsidi hanya
                   bisa  menghasilkan  24 ton  per ha,  menggunakan  pupuk  nonsubidi  naik
                   menjadi 43,2 ton per ha dengan kualitas yang lebih baik, besar, dagingnya
                   lebih  tebal sehingga tidak  cepat busuk. Hal yang sama juga terlihat pada
                   penggunaan pada tanaman cabai, produktivitasnya naik dari sekitar 8 ton
                   per ha menjadi 12 ton per ha.
                      Melihat hasil itu, sejak 2021 Rachmat Gobel memperluas proyek demplot
                   ini ke sejumlah provinsi di Sulawesi, kemudian ke Kabupaten Sumba Barat
                   Daya (SBD) di NTT dan Kabupaten Lumajang di Jatim. Dengan skema yang
                   sama, hasil yang dicapai juga sangat mengembirakan, seperti yang dicapai
                   di Gorontalo.
                      Di  Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba  Barat Daya,  demplot
                   milik  kelompok  tani  Ndara Tana  mampu  meningkatkan  produkvitas
                   kelompok ini dari sebelumnya hanya sekitar 5 ton menjadi 9 ton. “Hasilnya
                   bagus. Dengan pupuk subsidi cuma menghasilkan sekitar 5 ton per hektare,
                   tapi  dengan  pupuk  non-subsidi  menjadi  9,4  ton  per  hektare,” kata  Ketua
                   Kelompok Tani Ndara Tanah, Andreas Umbu  Wosa saat  panen bersama
                   Rachmat Gobel pada April 2021,
                      Di  Kabupaten Lumajang,  Jawa  Timur,  Rachmat Gobel melakukan
                   kerjasama mengembangkan  demplot dengan 5 kelompok  tani  dari  Desa
                   Mendak, Desa Segulung, Desa Ngeranget, Desa Padas, dan Desa Tileng. Tetap
                   menggandeng PT Pupuk Kaltim, melalui kelompok tani ini ia menyerahkan 5
                   ton pupuk nonsubsidi. Karena kesibukan jadwal kerja, bantuan diserahkan
                   melalui  Staf Khususnya Nining  Indra Shalehdan  dihadiri  oleh Anggota
                   DPR RI Fraksi Partai NasDem Dapil Jawa Timur VIII Soehartono, Wali Kota
                   Kota Madiun Maidi, Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur ibu Sri Sajekti




                                                      150
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173