Page 173 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 173
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
Ini sangat terkait dengan kepentingan nasional yaitu meningkatkan
kesejahteraan dan kemandirian serta martabat bangsa.
Membangun Pertanian Berkualitas
Organisasi pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) dalam
sejumlah laporannya selalu menegaskan, sektor pertanian tidak bisa lagi
ditangani dengan kebijakan yang bersifat business usual atau biasa-biasa
saja. Pada intinya lembaga ini mengingatkan, kebijakan pertanian yang
mengedepankan penggunaan pada sumber daya alam secara besar-besaran
seperti selama ini telah menyebabkan terjadinya deforestasi, kelangkaan
air, penipisan tanah dan tingkat emisi gas rumah kaca yang tinggi, harus
ditinggalkan. Perlu pendekatan baru yang lebih menjamin tercapainya
kebutuhan pangan dan produksi pertanian yang berkelanjutan.
Sektor pertanian membutuhkan kebijakan yang lebih inovatif dan holitis
agar bisa tampil menjadi sektor berkualitas. Perlu perbaikan teknologi untuk
meningkatkan produktivitas dan membantu mengatasi perubahan iklim.
Pertanian yang berkualitas, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan
pangan, juga akan menjadi lokomotif dalam meningkatkan kesejahteraan,
serta tetap mengedepankan kebutuhan pembangunan keberlanjutan.
Menurut Rachmat Gobel, modernisasi dengan penggunaan infrastruktur
dan teknologi modern tidak terelakkan lagi. Untuk meningkatkan
produktivitas, petani tidak hanya dituntut untuk memaksimalkan produksi,
tapi juga harus mampu menghasilkan produk berkualitas, sesuai preferensi
konsumen yang terus berkembang. Usaha pertanian tidak lagi bisa dengan
mengandalkan proses alamiah secara tradisional, memerlukan teknologi
modern. Komoditas yang dihasilkan usaha tani tidak bisa hanya untuk dipakai
atau dikonsumsi sebagai kebutuhan primer, tetapi harus memberikan nilai
tambah yang diolah untuk menjadi barang sekunder dan tersier.
Bagi Indonesia, menurut Rachmat Gobel, membangun pertanian
berarti membangun petani seutuhnya, meningkatkan kesejahteraan dan
kemandirian mereka yang masih tertinggal, sekaligus mengamankan
ketahanan pangan nasional. Sektor pertanian masih merupakan penopang
utama mata pencaharian masyarakat, terutama di pedesaan.
Data Statistik Ketenagakerjaan Sektor Pertanian Kementerian Pertanian
tahun 2020 menyebutkan, tenaga kerja di sektor ini mencapai 35,25 juta
orang. Angka ini belum termasuk anggota keluarga yang hidup dari hasil
pertanian dan keluarga buruh tani.
Dalam pandangan Rachmat Gobel, untuk mencapai pertanian yang
berkualitas tidak cukup hanya menyiapkan infrastruktur, sarana,
155

