Page 165 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 165
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
menjaga realisasi pasokan gas sesuai dengan permintaan dan kebutuhan
produksi industri pupuk; (3) melakukan pemetaan dan proyeksi pemenuhan
kebutuhan gas industri pupuk.
Pandangan Menteri BUMN
Menteri BUMN Erick Tohir dalam pandangannya menekankan akan
melakukan langkah meningkatkan sinergitas, antara lain; (1) meningkatkan
kapasitas produksi dan optimasi HPP (Harga Pokok Produksi); (2) untuk
memastikan supply chain dari hulu kehilir dan memastikan ketersediaan
bahan baku, Kementerian BUMN bersama BUMN holding pupuk akan
mengeksplorasi tambang phosphate di luar negeri; (4) Kementerian BUMN
telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait potensi
target akuisisi perusahaan di luar negeri seperti di Yordania dan Maroko;
(5) Kementerian BUMN akan memastikan sinergisitas antara BUMN holding
pupuk dan BUMN holding pertambangan untuk proses akuisisi tambang
phosphate di luar negeri; (6) Kementerian BUMN akan melakukan reformasi
pupuk nasional dengan meningkatkan pengelolaan BUMN holding pupuk
secara lebih profesional dan; (7) mengusulkan reformasi Pupuk Subsidi
Langsung.
Pandangan Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani engemukakan; (1) realisasi anggaran untuk
subsidi pupuk meningkat setiap tahun naik 5%-6% dengan jumlah produksi
8-9 (delapan sampai sembilan) juta ton. Penggunaan anggaran harus
semaksimal mungkin. (2) penghitungan besaran anggaran subsidi dalam
APBN dipengaruhi oleh luas lahan pertanian, HPP (Harga Pokok Produksi),
harga gas, dan nilai tukar rupiah; (3) terkait tagihan pupuk subsidi PT. Pupuk
Indonesia (Holding Company) kepada pemerintah sebesar Rp 5,69 triliun,
akan dibayar setelah dilakukan audit oleh BPK.
Pandangan Menteri Perindustrian
Dirjen IKFT Muhammad Khayam mewakili Menperin menyampaikan; (1)
untuk mendukung penugasan subsidi dan melayani pasar komersil Pupuk
Indonesia group memiliki unit produksi di Lhokseumawe, Palembang,
Cikampek, Gresik, dan Bontang; (2) kinerja penjualan pupuk anorganik
subsidi oleh PT Pupuk Indonesia group sangat baik dengan dukungan stok
yang mencukupi sehingga pupuk dapat diperoleh dengan mudah hingga di
Lini IV; (3) faktor yang meyebabkan kenaikan Harga Pokok Produksi (HPP)
147

