Page 160 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 160
KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN
Inisiasi Mengurai Benang
Kusut Pupuk Subsidi
dan Upaya
Membudayakan Pupuk
Nonsubsidi
udah sejak era 1970-an sebagai salah satu sarana utama membantu
petani, produksi dan penyaluran pupuk subsidi masih saja dibelit
berbagai persoalan. Tiap musim tanam, petani masih berteriak
Smenghadapi kelangkaan, kesulitan mendapat pupuk subsidi. Di
sisi lain, instansi yang bertanggung jawab dalam produksi dan distribusi
komoditi ini, merasa dan menyatakan sudah melakukan langkah dan
kebijakan yang tepat.
Persoalan pupuk subsidi sudah seperti benang kusut. Bahkan Presiden
Jokowi pernah bicara keras soal ini. Tiap tahun melalui APBN pemerintah
selalu mengucurkan dana puluhan triliun untuk subsidi pupuk, tapi petani
masih berteriak kesulitan mendapatkanya.
“Kalau setiap tahun kita keluarkan subsidi pupuk sebesar itu, kemudian
tidak ada lompatan dari sisi produksi, berarti ada yang salah. Ada yang tidak
benar di situ,” kata Jokowi seperti dikutip berbagai media saat membuka
Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 di Istana Negara,
Senin (11/1/2021).
Seperti Presiden Jokowi, Rachmat Gobel juga mempunyai keprihatinan
yang sama. Sebagai Wakil Ketua DPR RI/Korinbang, ia berupaya mengurai dan
mencari titik temu, seperti konflik kepentingan sektoral yang menyebabkan
persoalan menjadi berlarut-larut. Persoalan yang juga menyebabkan
distribusi pupuk bersubsidi tidak tepat sasaran.
Rachmat Gobel menegaskan, penanganan masalah pupuk subsidi harus
ditinjau secara total dari hulu hingga ke hilir agar tercapainya distribusi
secara merata. Persoalan ini harus dilihat secara menyeluruh, dari tingkat
142

