Page 60 - MAJALAH 79
P. 60
rumah sakit Kotamadya. kan harus membangun rumah sakit Tidak hanya pembangunan rumah
Sementara itu saat berkunju- provinsi yang super tapi Puskesmas sakit bersangkutan, tapi bagaima-
ngan dan berdialog dengan Pimpinan yang dikuatkan.” tegasnya. na menangani masalah gizi buruk,
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) bagaimana bisa menangani kematian
Kotamadya Aloei Saboe, salah satu Kebijakan Yang Belum ibu dan bayi dan lain sebagainya yang
anggota konker komisi IX, Surya Maksimal merupa-kan tantangan bagi provinsi.
Chandra Surapaty (F-PDIP) menyam- Direktur RSUD Aloe Saboe, Lebih lanjut Andang juga me-
paikan lebih baik mendirikan rumah Andang Ilato menyampaikan aspirasi ngusulkan pembenahan mengenai
sakit di setiap kabupaten Gorontalo mengenai bagaimana melibatkan or- penggunaan obat generik. “Seharus-
baik itu Tipe D, C, atau B dan RSUD ganisasi profesi, khususnya Ikatan nya penggunaan obat generik bukan
Aloei Saboe di naikan statusnya Dokter Indonesia (IDI) di dalam se- hanya berdasarkan permenkes, yang
menjadi RS Tipe A yang membutuh- tiap kebijakan yang diambil di tingkat notabene hanya mempunyai sanksi
administratif.” katanya. Dia berharap
agar DPR dapat membuat Undang
Undang tentang obat dimana dapat
me-ngatur sanksi, mulai dari tingkat
atas sampai tingkat pengguna di
bawah, maka diharapkan bisa men-
dongkrak pemanfaatan obat generik
yang mempunyai harga lebih murah
daripada obat paten lainnya.”
Menanggapi hal ini Ketua Tim
Kunker Ahmad Nizar Shihab (F-PD)
mengungkapkan bahwa pembangu-
nan dan peningkatan stuatus rumah
sakit provinsi adalah merupakan cita-
cita yang baik. Bila ada Fakultas ke-
dokteran di Gorontalo maka rumah
sakit pendidikan itu juga ada. “Kota
Gorontalo ini akan sama seperti
Makasar dalam beberapa waktu. Tapi
yang sangat penting bahwa Puskes-
kan banyak dokter spesialis. provinsi yang selama ini dirasa be- mas dan rumah sakit kabupaten itu
Surya menambahkan apabila lum maksimal. Menurutnya peran sudah harus ada dalam waktu yang
Undang-undang Jaminan Kesehatan dari organisasi profesi yang terkait secepat-cepatnya. Sehingga angka
Nasional dan Jaminan Sosial ber- seharusnya bisa dirangkul sehingga kematian ibu-anak, angka penyakit
laku efektif, Asuransi kesehatan akan sumbangsih dari orga-nisasi profesi menular itu bisa ditanggulangi.” sim-
berjalan dengan baik, sistem rujukan itu bisa dimanfaatkan untuk pemba- pulnya. (ry) foto: doc parle
berfungsi seperti semestinya, harga ngunan kesehatan di seluruh bidang.
obat-obat generik akan terkontrol.
Dengan undang-undang juga dokter-
dokter akan tempatkan dimana saja.
Diakuinya saat ini pelayanan kese-
hatan di Indonesia sangat kurang.
Dokter maunya ditempatkan di kota-
kota besar. Sistem inilah yang harus
dirubah dan dibenahi mulai tingkat
provinsi sampai ke tingkat bawah,
menciptakan sistem pelayanan ke-
sehatan yang bagus, sistem pem-
bayaran tanpa diskriminasi. “Sistem
Pelaya-nan kesehatan inilah yang
harus dikembangkan melalui rumah
sakit – rumah sakit kabupaten, bu-
60 | PARLEMENTARIA | Edisi 79 TH. XLI, 2010 | 61
1
6
ARIA |
TH. XLI, 2010 |
|
60 | PARLEMENTARIA | Edisi 79 TH. XLI, 2010 || PARLEMENTARIA | Edisi 79 TH. XLI, 2010 |
Edisi 79
ARLEMENT
P

