Page 64 - MAJALAH 114
P. 64

KUNJUNGAN KERJA















































          hingga ke Mahkamah Agung (MA)  artinya Indonesia harus tunduk pada  nya akan kondisi tersebut. Ia meni-
          terkait Peraturan Menteri Keuangan  acuan yang telah ditentukan FCTC.  lai bahwa industri rokok khususnya
          terhadap kenaikan tarif cukai sebe-  Salah satunya dengan harga cukai  golongan II dan III termarjinalkan
          sar 65 persen. Hasilnya MA menga-  rokok yang harus dinaikkan seting-  oleh regulasi yang dibuat pemerin-
          bulkan gugatan kami, dan meminta  gi-tingginya. Sedangkan, industri  tah.
          pemerintah mengembalikan kele-   rokok saat ini sudah banyak yang
          bihan tarif cukai sebesar 15 persen  gulung tikar karena tidak mampu   “Kami prihatin dengan kondisi in-
          atau sekitar 18,3 Triliun dari tahun  menutup tingginya biaya produksi  dustri rokok golongan II dan III yang
          2011-2012. Tapi kenyataannya kepu-  seiring tingginya tarif cukai rokok.  merupakan industri rokok mene-
          tusan hukum yang sudah inkrah itu-  Oleh karenanya beberapa waktu  ngah ke bawah. Mereka termarji-
          pun tidak juga dapat dieksekusi,”  yang lalu Pimpinan DPR mengirim-  nalkan oleh regulasi yang dibuat
          ungkapnya.                       kan surat kepada Presiden untuk  pemerintah,” ungkap Ketua Komisi
                                           tidak menandatangani FCTC, dan  VI Airlangga Hartarto saat mengun-
           Mendengar hal tersebut, Ang-    Pemerintah mengamini hal terse-   jungi Pabrik Rokok Maja dan Excel di
          gota Komisi VI, Hendrawan Supra-  but. Ini menjadi sebuah langkah  Desa Gondosari, Gebog, Kudus Jawa
          tikno mengatakan bahwa sebenar-  konkret dalam melindungi indus-   Tengah, Kamis (19/6).
          nya DPR RI telah melakukan upaya  tri rokok tanah air. Bagaimanapun
          untuk melindungi industri rokok.  juga Kretek (tembakau) merupakan   Dilanjutkannya, tidak hanya tarif
          Salah satunya dengan Surat Pimpi-  industri heritage (warisan bangsa)  cukai yang membuat industri rokok
          nan DPR kepada Presiden untuk ti-  yang harus dilestarikan,” jelas Hen-  menjadi termarjinalkan, salah satu-
          dak dulu menandatangani Frame  drawan.                             nya lewat terbitnya Peraturan Men-
          work convention on Tobaco Control                                  teri Keuangan (PMK) No.200 Tahun
          (FCTC) atau konvensi pengendalian   Sementara itu Ketua Komisi VI,  2008 yakni persyaratan memban-
          tembakau. Alhasil pemerintahpun  Airlangga Hartarto yang didampingi  gun pabrik harus memiliki luas ban-
          me ngamini permintaan DPR untuk  oleh Ferari Romawi, Miranti Dewan-  gunan paling sedikit 200 meter, dan
          tidak meratifikasi FCTC.         ingsih, Rachel Maryam Sayidina,  lokasinya harus jauh dari pemuki-
                                           Hendrawan Supratikno dan Edy  man warga. Padahal menurut Air-
           “Jika Indonesia meratifikasi FCTC  Kuntadi mengatakan keprihatinan-  langga, kebanyakan industri rokok


          64 PARLEMENTARIA  EDISI 114 TH. XLIV, 2014
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69