Page 68 - MAJALAH 114
P. 68
KUNJUNGAN KERJA
si, hutan produksi, dan hutan lind- listrik. Tim Kunjungan Kerja Spesifik Tanah Air khususnya program per-
ung. Tidak mudah mengeksplorasi Komisi VII ini dipimpin Jhonny Al- cepatan pembangunan 10.000 MW
sumber panas bumi di tengah hu- len Marbun (F-PD). Anggota Komisi tahap II.
tan, selain menyangkut perizinan VII yang mengikuti kunjungan kerja
yang ketat, juga menyangkut pele- spesifik tersebut adalah Muhammad Teuku Irwan yang memimpin kun-
starian ekosistem hutan. Idris Luthfi (F-PKS), Saifudin Dono- jungan spesifik mengatakan, Komi-
djoyo (F-Gerindra), dan Hery Lon- si VII DPR menilai penting untuk
Demikian terungkap dalam per- tung Siregar (F-Hanura). melakukan peninjauan lapangan ke
temuan Komisi VII DPR dengan PLTP Kamojang Garut mengingat di
satu sisi belanja Kementerian/Lem-
baga pada APBN-P 2014 me ngalami
penghematan, namun disisi lain alo-
kasi subsidi energi justru semakin
meningkat hingga mencapai pro-
porsi 25 persen dari total anggaran
belanja pemerintah.
Teuku Irwan menambahkan, de-
ngan beroperasinya PLTP Unit V Ka-
mojang Garut diharapkan mampu
memberikan kontribusi terhadap
peningkatan diversifikasi energi
dan perlambatan laju alokasi subsidi
ener gi pada tahun mendatang.
Dia menambahkan, Komisi VII
mengharapkan adanya masukan
PT. Pertamina Geothermal Energy Menurut Jhonny Allen, peman- dan informasi mengenai berbagai
(PGE) di Brastagi, Sumatera Utara. faatan sumber panas bumi sebagai aspek, mengingat perlunya penjela-
Dari data yang disampaikan PT. energi di Indonesia, baru 4% dari san tentang realisasi secara menye-
PGE, sumber potensial panas bumi total 40% sumber panas bumi nasi- luruh program percepatan pemba-
di hutan konservasi mencapai 16%, onal. Di Sibayak, misalnya, sumber ngunan 10.000 MW tahap II.
hutan lindung 18,7%, dan hutan panas bumi yang coba digarap oleh
produksi 16,7%. Wilayah Sumatera PT. PGE terdiri dari 8 proyek panas Sementara itu, Dirjen PT Perta-
merupakan yang terbanyak lokasi bumi (geothermal). Saat meninjau mina Geothermal Energy Roni
sumber energi panas buminya, yaitu ke Sibayak, Brastagi, Kabupaten Gunawan mengatakan, pemerin-
mencapai 90 lokasi. Disusul Jawa 71 Karo, Sumut, Komisi VII melihat tah agar membantu mengurangi
lokasi, dan Bali-Nusa Tenggara 28 langsung Pembangkit Listrik Tena- risiko pengembangan dengan cara
lokasi. ga Panas Bumi (PLTP) Sibayak yang menanggung risiko eksplorasi. Hal
dikelola PT. PGE. ini sangat penting demi suksesnya
Pansus DPR sendiri sedang me- percepatan pembangunan geother-
nyusun RUU Panas Bumi yang Di Sibayak sendiri cadangan yang mal di Indonesia.
rencananya akan disahkan tahun terbukti menjadi sumber panas
ini. Pasal-pasal krusial yang masih bumi sebesar 18 MWe. Yang baru Roni juga mengatakan, peme-
dipertanyakan PT. PGE terutama termanfaatkan 10 MW. Di sini ada 4 rintah saat menetapkan harga lis-
menyangkut kegiatan pertamba- sumur produksi, 5 sumur reinjeksi, trik, dan lelang Wilayah Kerja Per-
ngan panas bumi di kawasan hutan, dan 1 sumur monitoring. Untuk pe- tambangan (WKP) didasarkan atas
perizinan, dan kegiatan eksploitasi. mipaan sudah dilakukan sepanjang komitmen dan program kerja dari
PT. PGE telah beroperasi di Sibayak kurang lebih 2 km di sumur produk- para pengembang dan menerapkan
sejak 15 Januari 1996. Kontraknya si. Sementara di sumur injeksi pe- “open access” untuk transmisi listrik
sudah diperbarui pada 8 Desember mipaan sudah terpasang kurang dengan mekanisme “toll fee” serta
2003. Dan PT. PGE sebenarnya ti- lebih 0,5 km. memberikan izin untuk pengemba-
dak termasuk pemegang izin panas ngan geothermal di kawasan hutan
bumi. Ia hanya kuasa pengusahaan PLTP di Kamojang Garut konservasi, serta kesamaan pema-
sumber daya panas bumi. haman antara pemerintah pusat dan
Komisi VII DPR baru-baru ini me- pemerintah daerah terkait dengan
Komisi VII DPR RI mendapat ba- ninjau pula PLTP Kamojang Kabu- kegiatan geothermal. (ry,mp,mh,spy)
nyak informasi penting soal peman- paten Garut Jawa Barat terkait per-
faatan panas bumi untuk energi soalan sistem ketenagalistrikan di
68 PARLEMENTARIA EDISI 114 TH. XLIV, 2014

